Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lumpur di Bekasi Diduga Mengandung Limbah Berbahaya

Lumpur di Bekasi Diduga Mengandung Limbah Berbahaya Ilustrasi limbah nuklir. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meneliti kandungan zat diduga berbahaya di lahan kosong Kampung Kramat Blancong RT 01 RW 20, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya. Hal ini setelah dua anak mengalami luka bakar usai kejeblos di lahan tersebut pada Kamis pekan lalu.

Kabid Penegakan Hukum pada Dinas LH Kabupaten Bekasi, Arnoko mengatakan, sampel lumpur yang diduga mengandung minyak telah diambil untuk diteliti di laboratorium kementerian.

"Hasilnya belum ketahuan, karena butuh waktu untuk penelitian," ujar Arnoko, Selasa (15/1).

Selain mengambil sampel oleh kementerian, instansinya juga melakukan observasi pada lahan kosong seluas 8.000 meter tersebut. Hasilnya, diduga ada limbah mengandung zat berbahaya sengaja dibuang ke sana sebagai bahan urugan.

"Dugaan sementara (limbah) itu buat bahan urugan," ujar dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan tersebut milik warga berinisial H. Lahan itu bekas empang dan sawah. Adapun lahan yang mengandung limbah berbahaya seluas 25 meter, terdapat gundukan tanah mirip endapan minyak. Sampai saat ini belum jelas peruntukan lahan setelah selesai diurug.

Sebelum Kementerian LH, tim penjinak bom atau Gegana juga menyelidiki kandungan zat berbahaya. Tim dari Polri juga telah mengambil sampel tanah lumpur tersebut untuk diteliti.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP