Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lokasi likuifaksi di Palu akan dibangun ruang terbuka hijau dan monumen

Lokasi likuifaksi di Palu akan dibangun ruang terbuka hijau dan monumen Ibu Lita cari anaknya pasca gempa dan tsunami Palu. ©2018 Merdeka.com/Fery Pradolo

Merdeka.com - Fenomena likuifaksi atau naiknya air dari dalam tanah akibat gempa yang disertai tsunami membuat kawasan Petobo, Balaroa dan Jono Oge di Kota Palu tenggelam. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tiga daerah itu akan ditutup dan tidak boleh jadi hunian. Pemerintah berencana membangun ruang terbuka hijau dan monumen di sana untuk dijadikan sebagai tempat bersejarah.

"Lokasi likuifaksi itu akan ditutup dan akan dijadikan ruang terbuka hijau serta menjadi memorial park atau tempat bersejarah dan akan dibangun monumen," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (9/10).

Selain itu, dia mengungkapkan, para korban yang selamat dari musibah itu akan menggelar doa bersama terhadap para korban yang tewas. Doa bersama rencana akan dilakukan pada Kamis (11/10) mendatang.

Doa bersama yang dilakukan pada Kamis (11/10) itu juga bertepatan dengan berakhirnya masa pencarian korban di lokasi likuifaksi yang tewas. Penghentian pencarian tersebut mempertimbangkan kondisi jenazah yang ditemukan dalam keadaan membusuk dan sudah tak lagi dikenali.

"Korban yan berhasil dievakuasi jenazah jika sudah 14 hari itu sudah melepuh atau susah dikenali. Jenazah yang ditemukan langsung dimakamkan. Karena berpotensi menimbulkan penyakit," ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan penyetopan pencarian korban meninggal dunia pada Kamis (11/10) mendatang di daerah Kota Palu, Sulawesi Tengah. Daerah di Kota Palu yang di akan dihentikan itu yakni di Kelurahan Petobo, Balaroa dan Jono Oge.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ketiga daerah tersebut dihentikan untuk pencarian korban merupakan wilayah yang terjadi atau terkena likuifaksi.

"Jadi mulai 11 oktober 2018 secara resmi proses evakuasi disetop," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (9/10).

Sekedar informasi, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan evakuasi terhadap para korban gempa yang berujung tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (2/10) sore. Sebanyak 2.010 sudah teridentifikasi meninggal dunia tercatat hingga H+11, Selasa (9/10).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, total segitu berdasarkan didapat dari beberapa lokasi seperti di Donggal, Palu, Sigi dan Moutoung.

"2.010 korban meninggal dunia. Perinciannya 171 di Donggala, 1.601 di Palu, 222 di Sigi, 15 di Moutoung dan 1 orang di Pasang Kayu," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (9/10).

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP