Ida tersedak lihat nama anak, mantu & cucunya ada di manifes Lion Air jatuh
Merdeka.com - Rutinitas pagi Ida Riani bersama sang suami, Rusman Ishak tetap sama setiap harinya. Sambil berlalu, suara televisi para tetangga fokus menyiarkan pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat.
Sepanjang jalan, Ida bercengkrama dengan Rusman. Waktu sendiri menunjukkan pukul 07.00 WIB pagi. Sampai akhirnya mereka tiba di kebun sawit dan karet. Mengarit dan menebar pembasmi hama.
"Itu bunyi," isyarat Rusman mengingatkan Ida soal telepon genggamnya.
Sosok di seberang ponsel berteriak. Karenanya, ibu 48 tahun itu lebih berkeringat dari biasanya. Aktivitas fisik di Senin 29 Oktober itu bukan apa-apa dibandingkan informasi yang diterima dari Samini, adik suaminya.
"Yuk, Restia ada nama di pesawat yang letup tadi!".
Ida menampik kabar itu. "Idak, dia di rumah".
Tidak ada sedikit pun rasa percaya terbersit. Sepengetahuannya, anaknya yang bernama lengkap Restia Amelia (28) masih berada di kediamannya bersama dua anaknya, Radika Wijaya (4) dan Rafeza Wijaya (2).
Rumahnya memang tidak jauh. Dua minggu lalu, sang nenek masih bertukar tawa dan bermalam bersama kedua cucunya. Namun memang, setelahnya kurang ada komunikasi hingga peristiwa itu terjadi.
"Saya jadul. Hape butut, ditelepon bisanya. Ngangkat dan nelepon. Nggak ngerti SMS, Whatsapp," kata Ida saat berbincang dengan Liputan6.com di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).
Grasak-grusuk kabar itu membuat Ida dan Rusman perlahan kalang kabut. Mereka bergegas ke Jakarta. Pihak Lion Air memang dengan segera memfasilitasi. Meski awalnya harus sewa mobil untuk ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung.
"Kampung ke pangkal jam 16.00 WIB sore. Pangkal ke Jakarta jam 18.00 WIB sampai. Baru nonton TV di bandara, isi nama-nama (korban)," katanya.
Daftar nama di televisi Bandara Soekarno Hatta, Tangerang diamati dengan teliti. Sampai akhirnya lehernya tercekat. Ternyata benar, anak dan cucunya bersama suami, Daniel Raharja Wijaya, ada di Jakarta dan bertolak ke Pangkalpinang.
"Jantung roboh, badan lemas. Rasaku tu ingin jerit sekuat-kuatnya," ucap Ida lirih.
Sementara bercerita, Rusman di sampingnya hanya diam. Tampak nanar di matanya sambil tetap mendengarkan lisan sang istri. Sesekali menatap ke langit yang terhalang tenda posko antemortem.
Dia mengiyakan saat Ida menerangkan kebiasaan anaknya. Keduanya khawatir jika Restia keseringan bolak-balik Jakarta naik pesawat. Diwanti-wanti begitu, putrinya hanya menjawab, "Ajal di tangan Tuhan".
Adzan maghrib masjid di RS Bhayangkara Polri berkumandang. Itu juga biasanya jadi pertanda saatnya pulang dari berkebun. Kadang sudah disambut dua cucunya yang bertandang ke rumah.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya