Ledakan Petasan di Magelang Sebabkan Jari Munawir Putus dan Rumah Rusak
Merdeka.com - Munawir (55) warga Turus, Desa Tempurejo, Kabupaten Magelang yang menjadi korban ledakan petasan. Kapolsek Tempuran AKP Moh Buhrom mengatakan, Munawir terkena ledakan petasan yang dibuatnya mengakibatkan jari tangan kiri korban putus dan badannya terbakar.
Kejadian berawal usai makan sahur menunggu waktu salat Subuh, korban membuat petasan. Saat itu, korban mengisikan bubuk petasan dan tiba-tiba petasan meledak.
Akibat ledakan tersebut, korban mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya dan jari tangan kirinya putus. Selain itu, akibat ledakan yang keras membuat tembok rumah di bagian dapur jebol, atap dari asbes juga berserakan, dan kaca jendela rumah bagian depan pecah.
Ledakan terdengar hingga radius 1 kilometer dari lokasi kejadian. Saat ini korban dirawat di RSUD Tidar Kota Magelang.
"Setelah kejadian kami langsung ke lokasi melakukan olah TKP. Kami sebelumnya telah memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat jangan sampai menggunakan petasan. Karena ini sudah melanggar UU No 1 tahun 1951," kata Buhrom kepada wartawan, Jumat (31/5). Dikutip dari Antara.
Polisi mengamankan ratusan petasan dari rumah korban. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, petasan yang telah jadi tersebut nantinya akan digunakan sendiri, dinyalakan dengan cara direnteng setelah salat Id.
Ia menyampaikan barang bukti yang diamankan selain 400-an petasan yang sudah jadi, ada beberapa selongsong petasan yang belum diberi bubuk mercon, dan peralatan membuat petasan.
Agar barang bukti tidak meledak, polisi merendam petasan ke dalam air. "Untuk kepentingan penyelidikan barang bukti tersebut diamankan di Mapolsek Tempuran," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya