Lawakan Cak Lontong dan Puisi Ganjar Pranowo Mewarnai Rakernas PDIP

Minggu, 12 Januari 2020 23:53 Reporter : Ronald
Lawakan Cak Lontong dan Puisi Ganjar Pranowo Mewarnai Rakernas PDIP Penampilan Cak Lontong dan Ganjar di Rakernas PDIP. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan DPP Yasona Laoly terlihat menikmati pertunjukan kebudayaan dalam acara Rakernas PDIP, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam pertunjukan ini, hadir pula putra Megawati, Prananda Prabowo.

Pantauan merdeka.com, acara kebudayaan ini menampilkan para pelawak seperti Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Boris, Mucle, Abdul dan Butet Kartaradjasa. Selain itu, hadir pula politikus PDIP Aria Bima dan Ganjar Pranowo yang ikut berperan dalam menghibur peserta Rakernas.

Para pemeran menampilkan tentang kejayaan Indonesia di masa lampau. Bahkan, tak tanggung-tanggung para pemain seperti Cak Lontong dan pemain lainnya membahas tentang persoalan banjir di suatu wilayah yang tidak kunjung selesai.

Cak Lontong bercerita bahwa urusan banjir bisa selesai dengan normalisasi dan naturalisasi. Namun, dirinya justru tak memahami makna normalisasi dan naturalisasi. Candaan tersebut sontak disambut tawa ribuan PDIP yang hadir.

Suasana semakin meriah ketika muncul Kirana Larasati di atas panggung untuk memerankan sebuah karakter. Cak Lontong dan Marwoto tampak saling mengambil kesempatan mendapatkan perhatian Kirana.

Selang beberapa menit, kini hadir Ganjar dan Aria Bima yang membacakan puisi 'Aku Melihat Indonesia' karya Bung Karno. Setelah itu, Butet mengambil kesimpulan dan mengaitkannya dengan tema Rakernas PDIP.

"Begitulah kita memaknai rempah dari sejarah. Kita harus terus memperjuangkan kejayaan tidak bisa hanya berhenti di masa silam, tidak bisa. Sebab kalau kita hanya berhenti di masa lalu dininabobokkan di kejayaan masa lalu, di alam mimpi, sekarang harumnya rempah, aroma rempah menjadi inspirasi kita bersama, inspirasi untuk kebangkitan kejayaan kita," kata Butet.

"Rempah-rempah bukan hanya bumbu penyedap rasa, tapi nilai-nilai yang buat Indonesia menjadi kuat. Setiap apapun yang ditanam harus dijaga, tapi nilai dan filosofinya kan terus diingat," sambung Butet.

"Ini ada satu yang berbahaya ternyata luar biasa, rempah-rempah, hutannya," kata Aria Bima.

Seluruh seniman pun menutup acara ini dengan menyanyikan lagu Gemu Famire dari Nusa Tenggara Timur. Terlihat seluruh yang hadir ikut bergoyang menikmati alunan musik.

Sebagaimana diketahui, Rakernas telah dilakukan selama tiga hari sejak Jumat, 10 Januari dengan tema 'Solid Bergerak mewujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional dengan sub tema jalur strategi rempah dalam lima prioritas industri nasional untuk mewujudkan Indonesia berdikari'. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini