Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kronologi Lengkap Mobil Audi Tabrak Mahasiswi di Cianjur

Kronologi Lengkap Mobil Audi Tabrak Mahasiswi di Cianjur ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Kasus kecelakaan maut yang menewaskan mahasiswi Universitas Suryakencana, Selvi Amalia Nuraeni di Kabupaten Cianjur akhirnya menemui titik terang. Polisi memastikan korban ditabrak oleh mobil Audi yang menyerobot masuk dalam iring-iringan kendaraan polisi.

Polisi juga telah menetapkan sopir Audi hitam bernama Sugeng Guruh Gautama Legiman sebagai tersangka.

"Saya akan sampaikan kronologis awal yang juga sudah saya sampaikan pada saat rilis beberapa hari lalu, Terkait kasus lakalantas Jumat (20/1) sekira pukul 14.55 di Jalan Raya Bandung, Kampung Sabandar, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur," kata Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Sabtu (28/1).

Kejadian bermula ketika korban yang mengendarai Honda Beat dengan nomor polisi F 4193 XF melaju dari arah Bandung menuju Cianjur. Saat sampai di tanjakan, korban menabrak angkutan kota alias angkot.

"Pada saat itu tidak dalam situasi yang keras karena kecepatan rendah, hanya mengakibatkan korban mengerem mendadak dan terjatuh," ujar Doni.

Saat korban terjatuh, melintas sedan hitam merek Audi dengan pelat nomor yang terpasang diduga palsu.

"Mobil tersebut sudah dilakukan pemeriksaan penelitian dan penyelidikan, bahwa kendaraan tersebut memang (pelat nomor) tidak sesuai dengan yang dipasang dengan saat kejadian. Nomor yang bersangkutan sudah didapatkan dengan nomor B 999 LS atas nama perorangan alamat Jakarta. Data sudah didapatkan," tegasnya.

Selain mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian, polisi juga telah meminta keterangan dari sembilan saksi secara estafet.

Hasilnya, saksi berinisial DSA menuturkan, saat kejadian dia sedang berada di sekitaran lokasi tepatnya di bengkel radiator Setia Kawan dengan jarak lima sampai 10 meter.

DSA melihat Honda Beat menabrak angkot. Bahkan dia mendengar suara yang keluar dari tabrakan tersebut.

"(Saksi) menengok ke arah jalan raya, melihat ada pengendara sepeda motor yang tergeletak. Setelah itu saksi mendengar beberapa warga berteriak, mobil Audi itu," lanjut Doni.

Saksi kedua berinisial DR. Sekuriti yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan itu melihat sedan Sudi warna hitam melintas tepat di posisi korban tergeletak, seperti melindas sesuatu seperti tanggul.

Lokasi DR dari kejadian berjarak kurang lebih sekira 30 meter.

Kemudian saksi ketiga berinisial US yang berjarak sekitar 10 meter dari TKP. Penjual es kelapa muda ini menerangkan sepeda motor korban terjatuh akibat menabrak angkot. Kemudian saksi melihat korban terjatuh setelah kendaraan iring-iringan melintas.

"Jadi rombongan pengawalan itu ada melintas dan sudah melewati. Jadi korban terjatuh setelah rombongan iring-iringan beberapa detik setelah lewat baru terjadi kecelakaan," bebernya.

Saksi keempat berinisial AJ. Dia berada di belakang korban dengan jarak 5 meter. AJ melihat korban terjatuh dan terbentur sedan warna hitam.

"Melihat jelas motor menabrak angkot, dan melihat ke kanan pada saat korban terbentur sedan warna hitam, AJ melihat jelas korban terlindas oleh ban depan dan belakang. Apakah terlindas atau terbentur akan disampaikan oleh Inafis. Mobil tersebut warna hitam, pendek, kecil tanpa lampu hazard dan tanpa lampu strobo. Bisa dipastikan itu bukan mobil kepolisian. Kendaraan tersebut datang berlawanan dari saksi," tutur Doni.

Saksi kelima berinisial D. Pengunjung bengkel radiator melihat jelas pengendara motor terjatuh, di samping kanan melintas sedan warna hitam. Melihat sedan menepi setelah diduga terjadi benturan, sedan menepi namun kembali melaju ke arah Bandung.

"Mendengar bunyi krek dan ada yang berteriak mobil Audi itu," sambungnya.

Sakis keenam berinisial YH, pengemudi mobil boks berada posisi kedua di belakang Audi berjarak 10 sampai 15 meter. Dia menerangkan sopir sedan menepi dan kembali melaju. mengejar sedan dan memberikan lampu dim yang menandakan ada sesuatu.

"(saksi) GP mengikuti Audi setelah kejadian. Saksi mengikuti grand max yang dikendarai YH, GP menggunakan motor ikut mengejar Audi. Audi berhenti di Hengki Jaya Motor," beber Doni.

Di dalam mobil Audi, posisi penumpang berinisial EN berada di sebelah sopir.

Kepada polisi, EN juga mengaku mendengar suara dan guncangan pada bagian belakang sebelah kanan seperti melindas sesuatu.

Lalu berdasarkan kesaksian EN, sopir Audi berinisial S alias U yang baru bekerja satu minggu sebagai sopir, mengikuti iring-iringan polisi seperti seolah rangkaian pengawalan. Itu atas inisiatif pengemudi S atau U.

"Saksi lainnya adalah DS. Merupakan penumpang mobil Audi. Dia berada di sedan Audi di jok belakang kanan tepat di belakang pengemudi. DS menyampaikan keterangan mendengar suara benturan dan merasakan guncangan di ban belakang kanan. Melihat ke belakang ada pengendara dari kaca ada korban tergeletak," pungkasnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jabar Kombes Wibowo menerangkan polisi menggunakan dua metode dalam mengungkap kasus ini. Pertama scientific investigation crime dan kedua TAA alias traffic accident analysis.

"Dalam rangka mengolah TKP sedetil dan sebaik mungkin dalam rangka untuk menguatkan apa yang sudah dilakukan oleh polres cianjur. Dari hasil olah TKP dengan metoda TAA, betul terjadi lakalantas antara sepeda motor dan mobil Audi warna hitam," tegasnya.

Secara teknis, TKP atau lokasi crash point berada pada jalur korban. Titik benturan terjadi pada jalur korban.

Menurutnya, sedan Audi berjalan ke tengah dan melewati marka jalan. Berdasarkan perhitungan kecepatan, saat itu Audi melaju pada kecepatan 50 km per jam.

"Cukup cepat, kita lihat juga dari impact terhadap korban akibat benturan tersebut," ujarnya.

Berdasarkan rekaman CCTV toko Kawan Baru, korban terjatuh setelah rombongan polisi melintas. Selang beberapa detik kemudian, baru datang empat mobil.

"Saya sudah lihat di detik 45, datang empat mobil yang memakan jalur sebelahnya, ada Pajero hitam, sedan hitam, Fortuner hitam dan boks. 11 detik kemudian, Kita lihat lagi dari CCTV ada pelambatan, mengindikasikan bahwa terjadi sesuatu di depan yang akhirnya pengguna jalan memperlambat kendaraannya, sehingga dari data ini seluruh pengemudi Pajero, Fortuner boks sudah diperiksa, mengkombinasi saksi di TKP. Sudah mengarah bahwa kendaraan yang terlibat kecelakaan dengan korban adalah Audi hitam," pungkasnya.

(mdk/cob)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
image Rekomendasi
Pesan Prabowo ke Warga Banten: Kalau Tak Mau Berpolitik, Harga Pangan Tinggi Jangan Mengeluh

Pesan Prabowo ke Warga Banten: Kalau Tak Mau Berpolitik, Harga Pangan Tinggi Jangan Mengeluh

Prabowo bicara pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukkan masa depan bangsa Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Wamenkumham Eddy Hiariej Tersangka Suap dan Gratifikasi Diperiksa KPK Senin Besok

Wamenkumham Eddy Hiariej Tersangka Suap dan Gratifikasi Diperiksa KPK Senin Besok

KPK menjadwalkan pemeriksaan Wamenkumham Eddy Hiariej, Senin 4 Desember 2023 besok.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Nasihat Rhoma Irama Untuk Grup Band VOB, Bikin Merinding 'Awas Jangan Tinggalkan Salat'

Nasihat Rhoma Irama Untuk Grup Band VOB, Bikin Merinding 'Awas Jangan Tinggalkan Salat'

Raja dangdut, Rhoma Irama mengundang band VOB ke podcast-nya. Di sana, mereka berbincang mengenai banyak hal.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Dua Pelaku Pembunuhan Sadis Pria Mulut Tertancap Pisau Ditangkap!

Dua Pelaku Pembunuhan Sadis Pria Mulut Tertancap Pisau Ditangkap!

Polisi menangkap dua orang pelaku pembunuhan pria berinisial AS (30) yang tewas dengan mulut tertancap pisau di Gresik.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
8 Artis Indonesia Pernah Jadi Korban Bully, Ada Prilly Latuconsina, Afgan, Hingga Cinta Laura

8 Artis Indonesia Pernah Jadi Korban Bully, Ada Prilly Latuconsina, Afgan, Hingga Cinta Laura

Miliki karier cemerlang di dunia hiburan, siapa sangka jika deretan artis ini mengungkap kisah kelam dalam hidupnya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Coba Bisnis Ekspedisi, Minim Risiko Hingga Perputaran Uang Cepat

Coba Bisnis Ekspedisi, Minim Risiko Hingga Perputaran Uang Cepat

Bisnis ekspedisi bisa memiliki kelebihan tersendiri, salah satunya minim risiko.

Baca Selengkapnya icon-hand
Petani Masih Susah, Anies Baswedan Janji Berantas Mafia Pangan Jika Jadi Presiden

Petani Masih Susah, Anies Baswedan Janji Berantas Mafia Pangan Jika Jadi Presiden

Petani Masih Susah, Anies Baswedan Janji Berantas Mafia Pangan Jika Jadi Presiden

Baca Selengkapnya icon-hand
Cerita Ganjar Pernah Dibisiki Jokowi Jika Jadi Presiden: Gaspol Soal Pangan

Cerita Ganjar Pernah Dibisiki Jokowi Jika Jadi Presiden: Gaspol Soal Pangan

Gibran membocorkan salah satu pesan dari Jokowi jika dirinya menang dalam Pilpres 2024.

Baca Selengkapnya icon-hand
Sejarah Kelam di Paris, Tulang Manusia Digiling Jadi Tepung untuk Membuat Roti

Sejarah Kelam di Paris, Tulang Manusia Digiling Jadi Tepung untuk Membuat Roti

Sejarah Kelam di Paris, Tulang Manusia Digiling Jadi Tepung untuk Membuat Roti

Baca Selengkapnya icon-hand
Beda dengan Jokowi, Ini Rahasia Gibran Jaga Stamina Saat Kampanye

Beda dengan Jokowi, Ini Rahasia Gibran Jaga Stamina Saat Kampanye

Cawapres nomor urut 2, Gibran mengungkapkan strateginya dalam menjaga stamina saat kampanye.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pendapatan Iklan Twitter Anjlok, Kalah Jauh dari Instagram

Pendapatan Iklan Twitter Anjlok, Kalah Jauh dari Instagram

Iklan masih menjadi sumber pendapatan terbesar dari media sosial.

Baca Selengkapnya icon-hand