KPU akan Menjelaskan Kasus Wahyu Setiawan jika Diminta Presiden Jokowi

Selasa, 14 Januari 2020 19:30 Reporter : Ronald
KPU akan Menjelaskan Kasus Wahyu Setiawan jika Diminta Presiden Jokowi Wahyu Setiawan. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal ditangkapnya anggota KPU Wahyu Setiawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nantinya, dalam pemanggilan itu akan disertai surat pengunduran Wahyu.

"Prinsipnya KPU sudah menyampaikan surat ke presiden kemarin pagi, intinya adalah kita menyampaikan secara formil Pak Wahyu sudah mengundurkan diri," kata anggota KPU, Viryan Aziz, di kantornya, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

"Kemudian yang kedua kita siap apabila diminta penjelasan terkait dengan hal tersebut. Kami sangat siap dan kita menunggu. Tapi secara formil kami sudah menyampaikan surat," sambungnya.

Lebih lanjut prihal pengganti Wahyu, Aziz mengaku kalau hal tersebut tak perlu melakukan proses pergantian antar waktu (PAW). Bahkan, ia menegaskan kalau hal tersebut tak perlu dilakukan fit and proper test maupun pembentukan tim.

"Langsung proses PAW. PAW anggota KPU tidak lagi dibentuk tim seleksi atau mekanisme seleksi lainnya. Tapi otomatis peringkat selanjutnya nomor 8 yaitu pak Dewa (Dewa Kade Wiarsa) yang akan menggantikan Pak Wahyu. (Hubungi Dewa) Itu domainnya ada di lembaga Kepresidenan. Kan yang memilih Komisi II hasilnya proses di PAW-nya nanti di pemerintah. Nanti ada SK langsung pemberhentian. SK pemberhentian dan pengangkatan," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

KPU akan Bantu KPK Ungkap Kasus Suap Wahyu

Anggota Komisioner KPU, Viryan Aziz mengungkapkan para Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap dipanggil dan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mengungkap tuntas dugaan korupsi yang menjerat Wahyu Setiawan. Bahkan, KPU Siap memberikan dokumen apabila dibutuhkan.

"Prinsipnya KPU siap. Bahkan, ketika proses penggeledahan kemarin kami temui kita sampai tanya juga, masih ada lagi dokumen yang diperlukan yang belum ada. Jadi sepenuhnya KPU sangat terbuka sejak awal dan KPU tidak pernah menghalang-halangi," kata anggota Komisioner KPU, Viryan Aziz, di kantornya, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

"Tapi kalau dikaitkan dengan misalnya apakah ada dugaan keterlibatan itu domainnya di KPK. Misalnya ada perkembangan lain, silakan kami siap untuk dimintai keterangan," sambungnya.

Dalam hal ini Azis mengaku yakin KPK akan menuntaskan kasus ini. Sebab, ia berdalih KPK memiliki alat canggih untuk mengungkap kasus korupsi.

"Tapi sejauh ini sampai dengan saat ini yang disampaikan KPK seperti itu. Artinya KPK ini kan alatnya canggih bisa hal seperti ini terungkap pertama kami juga semua terkejut, kita tidak berharap ini terjadi, namun demikian proses yang dilakukan KPK kan jelas," ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, KPU akan tetap bekerja dengan benar dan membantu memberantas korupsi. Sehingga, KPU tak takut bila adanya penyadapan yang dilakukan KPK.

"Kami juga sadar misalanya hp kita disadap, bahkan sejak tahun lalu kita nggak ada masalah kita terus bekerja biasa aja. Dan buat kita selama kita bekerja biasa aja normal tidak ada hal ini, buat apa risih juga," pungkasnya.

[ded]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini