Korban Pencabulan Marbot di Depok Bertambah, Ini Modus dan Sosok Pelaku

Sabtu, 25 Juni 2022 17:04 Reporter : Nur Fauziah
Korban Pencabulan Marbot di Depok Bertambah, Ini Modus dan Sosok Pelaku Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Korban pencabulan yang dilakukan AS (47) seorang marbot salah satu masjid di Depok bertambah. Awalnya hanya ada satu anak laki-laki yang menjadi korban yaitu NF (13).

Dari informasi yang berkembang korban menjadi tiga orang. "Ketika kami dalami ternyata ada dua korban lagi tapi tidak melaporkan. Jadi total korban sementara ada tiga, yang melapor baru satu," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, Sabtu (25/6).

Seluruh korban adalah anak laki-laki. Usianya belasan tahun. "Semua laki-laki, usia belasan tahun," katanya.

Modus yang dilakukan AS adalah menawarkan korban untuk rukiah. Setelah korban bersedia, kemudian dibawa ke ruangan yang merupakan tempat istirahat AS di area masjid.

Pihaknya masih mendalami lagi kasus ini, termasuk kepada dua korban lainnya. Sebab, hingga kini para korban masih mengalami trauma dan sulit diajak komunikasi.

Dari keterangan sementara, para korban mengaku mengalami perlakuan yang sama seperti yang dialami NF. "Kami dalami ya, tapi mereka mengaku diperlakukan yang sama, tapi modus operandinya kami dalami lagi," ujarnya.

Korban sudah menjalani visum. Namun hasilnya belum diketahui. Korban akan mendapatkan pendampingan untuk pemulihan trauma. "Sementara karena korban trauma psikis dari hasil pemeriksaan psikologi, kalau visum fisiknya belum keluar," imbuhnya.

Pihaknya sudah berkordinasi dengan unit terkait untuk menangani trauma korban. "Kita sudah hubungi dari instansi yang bersangkutan (PPA) untuk trauma healing," katanya.

2 dari 2 halaman

Sosok Pelaku

AS bukan warga Depok. Dia berasal dari Sukabumi. Sehari-hari, AS adalah marbot masjid dan sesekali menjadi imam. Selama tujuh bulan, warga tidak ada yang curiga dengan gelagat AS.

"Selama ini warga memang mengenal pelaku sebagai orang yang baik ya, dari ibadahnya, cara bergaulnya dengan masyarakat dianggap baik ya, tidak ada perilaku menyimpang," ucapnya.

Perbuatan tak senonoh tersebut dilakukan AS terhadap NF pada Selasa (21/6) pukul 21.00 WIB.

Perbuatan keji ini terungkap ketika korban menceritakan perbuatan AS kepada orang tuanya. Kemudian orang tua NF melapor pada pengurus lingkungan dan AS diamankan lalu dibawa ke polisi.

"Kita lakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan memang benar terjadi tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur,: bebernya.

Pelaku dikenal oleh warga sekitar memiliki kemampuan rukiah. Modus itulah yang dilakukan AS terhadap NF. AS menawarkan jasa rukiah namun tidak seizin orang tua NF.

"Kemauan terlapor. Jadi dia menganggap korban ini ada masalah, kemudian menawarkan untuk rukiah dan dibawa ke ruangannya. Orang tua korban tidak tahu karena korban langsung dibawa (ke ruangan pelaku)," pungkasnya.

Kini AS mendekam di sel. Polisi masih terus menggali keterangan dari para saksi. Atas perbuatan tersebut, AS dijerat Pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun.

Baca juga:
Modus Rukiah, Seorang Pria di Depok Cabuli Anak 13 Tahun
Diduga Cabuli Lima Santriwati, Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi
Bukannya Jadi Pelindung, Seorang Ayah di Depok Tega Cabuli Anak Kandungnya
Ziarah dan Ritual jadi Modus Dukun di Pandeglang Banten Cabuli Dua Bocah
Remaja 19 Tahun di Malang Batal Diperkosa Pria Hidung Belang Gara-Gara Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini