Kivlan Zen Ngacir usai Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Penyandang Dana 22 Mei

Jumat, 14 Juni 2019 23:42 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kivlan Zen Ngacir usai Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Penyandang Dana 22 Mei Kivlan Zen lari usai diperiksa. ©2019 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Tersangka dugaan kasus makar Kivlan Zen diperiksa penyidik ke polisian sebagai saksi terhadap tersangka Habil Marati (HM) sebagai penyumbang dana pembelian senjata api terkait kasus rencana pembunuhan 4 tokoh negara.

"Ini kan terkait dengan pemeriksaan Pak kivlan sebagai saksi saja untuk tersangka Habil," kata Pengacara Kivlan Zen Muhammad Yuntri, di Polda Metro Jaya, Jumat (14/6).

Meski begitu, sosok Kivlan tidak terlihat sejak datang hingga diperiksa di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan bahwa Kivlan hingga saat ini tengah diperiksa oleh penyidik.

"Informasi sore ini dilakukan pemeriksaan terhadap KZ untuk dijadikan sebagai saksi terhadap tersangka HM, sedang diperiksa (Kivlan Zen)," kata Argo saat dikonfirmasi wartawan.

Kivlan Zen Ngacir usai Diperiksa

Tersangka kasus dugaan makar Kivlan Zen tak bicara apa-apa setelah diperiksa polisi sebagai saksi tersangka Habil Marati (HM), penyumbang dana pembelian senjata api terkait kasus rencana pembunuhan 4 tokoh negara.

Pantauan di lokasi, Kivlan Zen selesai diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sejak sore tadi dan keluar pukul 22.28 WIB. Saat keluar gedung, Kivlan langsung lari tanpa menjawab pertanyaan awak media.

"Sama pengacara aja ya sama pengacara," kata Kivlan di Polda Metro Jaya, Jumat (14/6) malam.

Kivlan yang mengenakan kemeja biru dan celana hitam itu langsung lari menuju Toyota Avanza berwarna hitam. Mobil tersebut langsung tancap gas keluar Polda Metro Jaya tanpa pengawalan.

Diketahui, polisi telah menangkap dan menetapkan Habil Marati terkait kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu bos lembaga survei.

Wadir Krimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary menyebut, Habil berperan sebagai pemberi dana sebesar Rp 150 juta kepada Kivlan Zen untuk keperluan pembelian senjata api.

"Tersangka HM ini berperan memberikan uang. Jadi uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api. Juga memberikan uang Rp 60 juta rupiah langsung kepada tersangka berinisial HK, untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api," kata Ade Ary di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).

Sejak kasus ini terungkap, nama Kilvan juga disebut-sebut memberikan perintah langsung para tersangka kasus penyeludupan senjata untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Enam tersangka yang telah ditahan juga sudah memberikan testimoni terkait dugaan adanya keterlibatan Kivlan Zen merancang pembunuhan terhadap empat tokoh nasional yang di antaranya Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Kivlan Zen
  2. Demo 22 Mei
  3. 22 Mei
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini