Kisah Prabowo di medan perang versi para sahabat

Selasa, 19 Agustus 2014 07:30 Reporter : Ramadhian Fadillah
Kisah Prabowo di medan perang versi para sahabat Prabowo Subianto . ©facebook/prabowo subianto

Merdeka.com - Sejumlah sahabat dan anak buah Prabowo satu demi satu menceritakan kiprah Prabowo Subianto di medan tempur. Sejak lulus Akabri tahun 1974, karir Prabowo banyak dihabiskan di Kopassus.

Sebagai perwira remaja, dia keluar masuk hutan memburu pentolan Fretilin. Banyak kisah seputar penugasannya di Timor Timur. Karir Prabowo pun melesat.

Tahun 1990an, tak ada bintang muda TNI dengan karir secemerlang Prabowo Subianto . Karir Prabowo melesat cepat. Tahun 1995 Brigadir Jenderal Prabowo dilantik menjadi komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Prabowo kemudian memekarkan Kopassus dari tiga grup menjadi lima grup. Dengan jumlah personel Kopassus yang bertambah, otomatis satuan itu harus dipimpin seorang komandan jenderal berpangkat mayor jenderal. Prabowo pun naik pangkat lagi.

Tahun 1996, prestasi Prabowo mencuri perhatian dunia saat tim gabungan TNI berhasil membebaskan 12 peneliti yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma. TNI banyak mendapat pujian atas keberhasilan operasi militer tersebut.

Peristiwa 1998 harus mengubur mimpi Prabowo meraih pangkat jenderal bintang empat. Di hadapan Dewan Kehormatan Perwira, dia mengakhiri karirnya sebagai perwira tinggi berbintang tiga.

Berikut kisah-kisah Prabowo di medan tempur seperti diceritakan kawan-kawannya:

1 dari 5 halaman

Bawa buku ekonomi ke medan perang

Ketua Tim Koalisi Merah Putih Letjen (Purn) TNI Yunus Yosfiah memiliki kenangan khusus dengan Prabowo Subianto. Dia bercerita mengenai pengalamannya bersama Prabowo sewaktu berada di lokasi operasi saat sama-sama masih aktif sebagai anggota TNI.

"Saya ingin jelaskan pada waktu pertama kali saya di daerah operasi kita mau berangkat ransel itu besar saya panggil dia, 'Wo apa isi ransel kamu kok besar sekali? Dia jawab 'Bang saya bawa ini bahan bacaan bang'," ujar Yunus di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (17/8).

Yunus kemudian berpikir mungkin Prabowo saat itu membawa buku-buku tersebut untuk mengisi waktu senggang di daerah operasi dengan membaca.

"Saya berpikir untuk mengisi waktu bacaan bisa untuk hiburan, begitu saya lihat ternyata bacaannya adalah majalah ekonomi. Itu saya terenyuh kok anak ini mau ke daerah operasi bawa majalah ekonomi oh mungkin bapaknya seorang ahli ekonomi."

2 dari 5 halaman

Pernah terkepung bersama-sama

Prabowo Subianto . ©facebook/prabowo subianto

Letjen Yunus Yosfiah bercerita saat bertugas menjadi komandan Prabowo dalam perang di Timor-Timur. Di saat-saat genting, Prabowo mampu memperlihatkan kemampuan sebagai komandan pasukan tempur.

"Saya dua kali terkepung bersama-sama dan hanya dua satuan yaitu satuan saya dan pak Prabowo. Saya tahu benar, karena saya komandannya saat itu," puji Yunus.

"Adik-adik ini saya tahu di daerah operasi. Prabowo itu brilian, hebat. Jangan diragukan itu," katanya.

Menurut Yunus, Prabowo selalu dikirim ke medan perang bukan karena gila perang. Tapi karena pimpinan ABRI saat itu percaya pada kemampuan Prabowo.

"Saya ingin luruskan, tentara itu kalau tugas ke daerah penugasan bukan karena doyan tapi semata-mata karena kepercayaan negara kepada dia bahwa dia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik," beber Yunus.

3 dari 5 halaman

Disebut komandan kancil

Prabowo Subianto . ©facebook/prabowo subianto

Para anak buah Prabowo di Timor Timur punya kenangan tersendiri soal komandan mereka. Dia selalu ada di barisan depan bersama serdadunya.

Prabowo tidak pernah meninggalkan pasukannya di medan perang. Panggilannya di radio komunikasi dikenal dengan sebutan Kancil.

"Dia selalu ada di posisi paling bahaya," kisah salah seorang anak buahnya saat berbincang dengan merdeka.com.

Prajurit itu juga berkisah Prabowo memikirkan kesejahteraan prajuritnya. Bahkan Prabowo membayari utang anak buahnya dengan uang pribadi.

4 dari 5 halaman

Seminggu makan singkong dan rebung

Prabowo Subianto . ©facebook/prabowo subianto

Bagi kalangan mantan prajurit Perang Timor Timur, Prabowo memang dikenal apa adanya. Dia kerap makan di kantin dan berpergian dengan mobil dinas jeep milik Angkatan Darat.

Cerita mengesankan datang saat Prabowo masih memimpin Komando Pasukan Khusus bertempur di Timor Timur. Selama sepekan Prabowo dan pasukannya tidak mendapatkan pasokan makanan lantaran memasuki daerah rawan. Helikopter tidak berani mendarat. Dari sana, kebersamaan dengan prajurit diingat hingga saat ini.

Dalam keadaan tanpa makanan, Prabowo bersama pasukannya tetap bertahan hidup. Dengan mengandalkan singkong dan rebung, pasukannya terus mengejar milisi Fretilin.

"Seminggu kita nggak makan, hanya makan singkong dan rebung. Beliau selalu ada bersama kita," tutur sumber itu.

5 dari 5 halaman

Ajari bahasa Inggris di tengah hutan

Prabowo Subianto . ©facebook/prabowo subianto

Prabowo tak cuma memimpin anak buahnya berperang. Di malam hari, saat prajuritnya beristirahat, Prabowo juga mengajari mereka Bahasa Inggris.

"Setiap malam diajarin bahasa Inggris," kata salah seorang mantan anak buah Prabowo di Timor Timur.

Prabowo memang dikenal jago berbahasa Inggris. Maklum hingga Sekolah Menengah Atas, dihabiskannya di luar negeri.

Saat menjadi Taruna di Akabri, Prabowo selalu diandalkan untuk jadi penerjemah tamu-tamu asing yang datang ke sekolah militer tersebut. [ian]

Baca juga:
Hikayat singkong, rebung, dan cokelat
Selalu di depan dan perhatian
Jenderal 08 di teras Kopassus
Komandan Kancil di palagan Timor

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini