Kisah penyair Al Khansa, ibunda para syuhada di perang salib

Kamis, 8 Juni 2017 20:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Kisah penyair Al Khansa, ibunda para syuhada di perang salib ilustrasi perang salib. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Al Khansa dikenal sebagai ibunda para syuhada yang bernama Tumadhir binti Amr bin Al Harits bin Syarid. Ia adalah seorang penyair wanita yang andal pada masa Jahiliah. Banyak sudah syair yang lahir darinya, apalagi setelah ia kehilangan saudaranya bernama Shakhr.

Setelah Islam datang, Al Khansa menghadap Rasulullah SAW untuk menyatakan keislamannya. Ia menjadi muslimah yang baik. Syair-syairnya disukai oleh Rasulullah karena berhasil menciptakan atmosfer yang menyenangkan dan membuat hari menjadi indah.

Al Khansa juga seorang ibu dari empat putra yang memiliki semangat juang tinggi. Hal itu mereka dapatkan dari ibunya yang senang menasehati dan memotivasi anak-anaknya. Hingga pada suatu saat, ketika perang qadisiyah (Perang Salib) terjadi, Al Khansa membawa keluar anak-anaknya untuk bergabung dengan kaum muslimin dengan dibekali motivasi. Satu per satu anaknya maju dan semuanya gugur di medan perang.

Mendengar kabar anak-anaknya terbunuh, Al Khansa tidak merasa sedih. Santunan anak-anak Al Khansa tetap diberikan oleh Khalifah Umar bin Khattab hingga Umar wafat. Pada tahun 24 Hijriah, pada awal kekhalifahan Utsman bin Affan, Al Khansa wafat di sebuah perkampungan Badui. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kisah Nabi
  2. Sejarah Islam
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini