Kisah Orang-Orang Bule Sangat Mencintai Indonesia

Selasa, 30 Juli 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kisah Orang-Orang Bule Sangat Mencintai Indonesia Ilustrasi Gamelan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia memiliki kebudayaan beragam. Banyak yang tertarik untuk mempelajari budaya Indonesia. Beberapa kebudayaan Indonesia, seperti gamelan dan angklung, bahkan menjadi salah satu pelajaran di luar negeri.

Kekaguman dengan Indonesia juga mulai menular pada para turis yang singgah di Indonesia. Mereka mengaku penasaran dengan beberapa budaya Indonesia, sampai enggan pulang ke negaranya hanya untuk memperdalam budaya tersebut.

Berikut cerita para turis yang kagum sampai rela memperdalam budaya dan mencintai Indonesia:

1 dari 4 halaman

Peter Smith

rev1

Peter Smith merupakan guru gamelan di Oxford, Inggris, yang sangat fasih berbahasa Jawa. Bahkan Peter punya nama Jawa 'Parto'. Peter kagum dengan salah satu budaya Indonesia, gamelan. Ia mengaku pertama kali belajar gamelan di Solo, Jawa Tengah.

"Rencananya satu tahun (tinggal di Solo untuk belajar gamelan), tapi saya tinggal di Solo sampai tiga tahun. Sampai sekarang kangen banget. Saya bolak balik (ke Solo) setahun bisa sampai dua kali," kata Peter.

“Kulo ano guru gamelan sak dadoseipun. Sampun 20 taun kulo ngucal gamelan ten London kalih Oxford. Kulo nggeh mahasiswa penelitian antroplogi,” cerita Peter. Setiap pekan pada hari Kamis sore Peter mengajar gamelan, mulai kelas pemula sampai yang sudah lanjut, di Southbank Centre, pusat kebudayaan terbesar di Inggris.

2 dari 4 halaman

Elizabeth Karen Sekar Arum

sekar arum rev1

Tak hanya Peter, Elizabeth juga kagum dengan budaya Indonesia. Elizabeth merupakan wanita asal Amerika Serikat yang pandai menjadi sinden. Bahkan ia dikenal sebagai sinden bule. Saking jatuh cintanya dengan Indonesia, Elizabeth sampai mendalami budaya Indonesia.

Kini Elizabeth menikah dengan seorang dalang bernama Ki Soleh Adi Pramono. Bersama suaminya, Elizabeth membuka padepokan dan memberi tujuh pelajaran seni, seperti ilmu pedalangan, seni tari, karawitan, mocopat, kerajinan topeng, wayang kulit dan batik.

3 dari 4 halaman

Hiromi Kano

rev1

Hiromi Kano, wanita asal Jepang, juga mahir nyinden. Bahkan sudah lebih dari 13 tahun Hiromi menjadi sinden dari panggung ke panggung.

Hiromi mengaku tertarik dengan dunia sinden dan wayang kulit dimulai saat kuliah di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Solo pada 1996. Banyak yang tak menyangka bahwa Hiromi adalah wanita asli Jepang, karena Hiromi sangat fasih berbahasa Jawa.

4 dari 4 halaman

Claire Marie Hefner

hefner rev1

Wanita cantik asal Amerika Serikat ini juga kagum dengan kesenian Indonesia. Pertama kali Claire mengenal Indonesia saat menemani sang ayah melakukan penelitian Antropologi tahun 1999. Selama di Indonesia, Claire tinggal di Yogyakarta.

Claire juga pernah bersekolah di Yogyakarta. Dari sekolah itu, Claire mulai mengenal kesenian Indonesia, salah satunya tari Bali. Kebetulan saat itu diajarkan oleh Ni Ketut Suriastini, S.Sn., pemilik Sanggar Tari Bali Siwa Nata Raja, orang asli Bali yang tinggal di Yogyakarta.

Semakin lama, Claire semakin mahir dalam seni tari bali. Tak hanya tari, Claire juga menyukai suara gamelan yang merdu. Ia juga belajar bahasa Jawa dengan penduduk lokal. [has]

Baca juga:
Parade Emak-emak Ajak Warga Berpakaian Khas Indonesia di Bundaran HI
Menengok Sudut Budaya Sunda di South Hill Park
Majukan Kebudayaan, Kemendikbud Gelar Kemah Budaya Kaum Muda di Prambanan
Antusiasme Ribuan Warga DKI Hadiri Lebaran Betawi di Monas
Warga Antusias Ikuti Lebaran Betawi di Monas
Puncak Lebaran Betawi, Anies Sebut 'Jakarta Simbol Persatuan Indonesia'

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini