Kiriman Pizza untuk istri Gubernur Bengkulu nonaktif di tahanan KPK
Merdeka.com - Pada hari kedua Idul Fitri 2017, Lily Martiani Maddari yang tak lain istri dari Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti mendapat kunjungan dari keluarga. Tersangka suap proyek pembangunan jalan tahun 2017 di Provinsi Bengkulu ini masih ditahan di rutan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan.
Berbeda dari keluarga tahanan lainnya yang kebanyakan membawakan kebutuhan pribadi, keluarga membawakan Pizza untuk Lily. Pantauan merdeka.com sekitar pukul 11.30 WIB, seorang perempuan mengisi daftar kunjungan tahanan untuk Lily. Wanita tersebut disebut-sebut salah satu anak dari Lily. Dia datang diiringi pengantar pizza.
Pizza tersebut langsung dibawa ke ruangan petugas penerimaan barang dan dimasukan dalam sebuah container box plastik. Petugas penerimaan barang di KPK menuturkan, setiap makanan yang dikirim atau dibawakan keluarga biasanya disantap juga oleh tahanan lainnya sebagai bentuk kebersamaan.
"Itu (makanan) engga dimakan sendiri tapi nanti juga dibagikan tahanan lainya, keluarganya juga boleh ikut makan," ungkapnya.
Sebagai informasi, selain diperbolehkan membawa kebutuhan pribadi dari tanahan, di hari kedua lebaran 2017 ini keluarga juga diperbolehkan membawa makanan dan melakukan santap siang bersama dengan para tahanan KPK. Jam berkunjung pun diperpanjang dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
Untuk diketahui, KPK menetapkan Lily Martiani Maddari dan suaminya Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti serta dua orang dari pihak swasta sebagai tersangka dalam kasus suap proyek pembangunan jalan tahun 2017.
"Diduga pemberian uang terkait fee proyek yang dimenangkan PT SMS dari provinsi Bengkulu dari komitmen 10 persen per proyek yang harus diberikan ke Gubernur Bengkulu melalui istrinya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.
Saut menjelaskan, dari dua proyek yang dimenangkan PT SMS, Ridwan dijanjikan uang Rp 4,7 miliar (setelah potong pajak). PT SMS memenangkan proyek pembangunan TES Muara Aman Kabupaten Rejang Lebong dengan nilai Rp 37 miliar dan proyek pembangunan jalan curuk air dingin Kabupaten Rejang Lebong dengan nilai proyek Rp 16 miliar.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya