Ketua PA 212 Tersangka, Ganjar Minta Tak Perlu Diributkan dan Warga Jangan Dikomporin

Rabu, 13 Februari 2019 19:08 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Ketua PA 212 Tersangka, Ganjar Minta Tak Perlu Diributkan dan Warga Jangan Dikomporin slamet maarif diperiksa di polres surakarta. ©2019 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak mudah terpancing suasana terkait proses pemeriksaan Ketua PA 212 Slamet Ma'arif di Polda Jateng. Menurutnya, tak perlu ada pengerahan massa.

"Jangan dikompori, kalau sudah ditangani penegak hukum ya tenang saja," kata Ganjar Pranowo di balai Gubernuran, Semarang, Rabu (13/2).

Dia meminta masyarakat ikut menjaga kondisi Jawa Tengah agar tetap kondusif di tengah dinamika politik menjelang Pilpres. Ganjar menyarankan tim BPN Prabowo-Sandi untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran kampanye tersebut.

"Tidak usah diributin. Biar semua bisa menjelaskan dan membela diri supaya tidak ribut. Kalau enggak gitu kan merangsang orang untuk ribut," tuturnya.

Untuk diketahui, Slamet Ma'arif telah ditetapkan tersangka oleh Polresta Solo kasus dugaan pelanggaran pemilu.Penetapan status tersangka ini terkait acara Tablig Akbar PA 212 yang dihadirinya di Solo, Minggu (13/1).

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif menjalani pemeriksaan atas dugaan tindak pidana pelanggaran kampanye oleh Gakkumdu di Mapolresta Surakarta, Kamis (7/2). Selama lebih dari 6 jam pemeriksaan, Slamet dicecar dengan 57 pertanyaan.

Kepada wartawan, Slamet mengaku ditanyai seputar kegiatan tabligh akbar yang diselenggarakan di Jalan Slamet Riyadi, Gladag, Solo, 13 Januari lalu. Di antaranya terkait organisasi yang ia pimpin, isi ceramah dan lainnya.

"Ada 57 pertanyaan yang disampaikan dan saya jawab satu persatuan. Intinya pertama tentang organisasi PA 212, kemudian tentang isi ceramah atau tausiyah saya pada 13 Januari," ujar Slamet.

Atas pertanyaan tersebut, ia menyampaikan bahwa dirinya hadir atas nama Ketua Umum PA 212 sekaligus mubaligh atau ulama yang diundang sebagai pembicara. Jika dikaitkan dengan Undang-Undang Pemilu, pengertian kampanye sendiri, lanjut Slamet, dirinya tidak pernah merasa menyampaikan visi, misi maupun program terhadap pasangan calon (paslon) presiden dan wakil manapun.

Ia pun kemudian memberikan catatan terakhir jika dirinya tidak pernah melakukan kampanye pada acara tersebut. Sehingga ia yakin, seperti saat pemeriksaan di Bawaslu Solo beberapa pekan lalu, bahwa dirinya tidak bersalah.

Slamet juga menyampaikan jika dirinya juga ditanya penyidik tentang kalimat yang diucapkannya melalui rekaman yang diputar saat proses pemeriksaan.

"Maksud kalimat saya di rekaman itu isinya tidak jauh berbeda dengan apa yang saya sampaikan. Kalimat yang saya sampaikan itu bisa dicerna dan dipahami oleh siapapun. Dan saya memang tidak menyebutkan nama paslon mana pun dalam tausiyah saya," tandasnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini