Ketegaran ibunda Jokowi dituding keluarga PKI

Rabu, 4 Januari 2017 07:00 Reporter : Muhammad Sholeh, Arie Sunaryo
Ketegaran ibunda Jokowi dituding keluarga PKI Ibu jokowi Sujiatmi. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Dalam sepekan ini, publik dihebohkan dengan adanya buku 'Jokowi Undercover' yang ditulis oleh Bambang Tri Mulyono. Dalam buku tersebut, Bambang Tri menyebut Joko Widodo (Jokowi) sebagai keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI).

Terkait tudingan tersebut, keluarga Presiden Jokowi bersikap tenang dan tegar. Justru ketegaran tampak langsung dari ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo.

Sujiatmi tidak marah. Sebaliknya, dia dan keluarga mendoakan orang yang memfitnahnya diberi bimbingan dan kesadaran oleh Allah.

"Kita doakan saja agar diberi kesadaran, karena kenyataannya memang tidak seperti itu, kata Sujiatmi, Senin (2/1).

Keluarga Presiden Jokowi menggelar syukuran dalam rangka menyambut Tahun Baru 2017 di kediamannya Jalan Pleret Raya 9 A, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari. Acara ini dihadiri kakak dan adik Sujiatmi, Miyono Suryo Sarjono, dan Setyawan Prasetyo, serta kedua adik Presiden Jokowi, Idayati dan Titik Ritawati.

Dalam syukuran ini Sujiatmi juga mendoakan Jokowi agar tetap menjaga amanat rakyat, menjaga kedamaian dan ketentraman negara. Doa bersama yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dipimpin oleh Ustad Agus Maarif.

"Pak Jokowi sudah memberikan selamat tahun baru 2017 melalui telepon," tutur Sujiatmi.

Syukuran ini rutin dan selalu dilakukan sejak Jokowi masih kecil. Selain itu, Sujiatmi memasuki tahun baru selalu mendoakan keluarga agar diberikan-Nya kesehatan, dan kelancaran dalam bekerja. Negara aman dan tenteram.

syukuran keluarga jokowi sambut tahun baru

Syukuran keluarga Jokowi sambut tahun baru ©2017 Merdeka.com

Ibunda Jokowi menceritakan latar belakang keluarganya. Menurut Sujiatmi, suaminya Noto Miharjo (almarhum) adalah putra seorang kepala desa di Kranggan, Kabupaten Karanganyar.

"Kakek suami dahulu rumahnya di depan orangtuanya, sehingga saya masih bertetangga sering ketemu," kata Sujiatmi.

Sujiatmi mengatakan setiap memasuki tahun baru mengingat sejarahnya ketika bertemu dengan suaminya Noto Miharjo yang sekarang sudah almarhum. Dengan demikian, kakek Jokowi dulunya adalah kepala desa.

"Pak Noto itu, dahulu putra seorang kepala desa, sedangkan keluarga saya pengusaha penggergajian. Namun, Pak Noto akhirnya ikut kerja di penggergajian dan mebel," jelasnya.

Sujiatmi menjelaskan setelah menikah dengan Pak Noto kemudian pindah rumah di kawasan Srambatan, Solo, dan kemudian pindah lagi di Gilingan Nusukan.

Keluarga Jokowi tinggal di rumah Gilingan selama lima tahun dan kemudian pindah lagi di Jalan A Yani, Manahan, Solo.

"Saya tertarik dengan Pak Noto karena beliau dahulu gagah dan 'ngganteng," katanya mengakui.

"Saya mendoakan orang yang memfitnah mendapat pembimbingan dari Allah SWT. Karena yang dituduhkan tidak ada buktinya dan keluarga saya tidak ada yang terlibat," sambung Sujiatmi.

Miyono, salah satu Pakde Jokowi mengatakan jika benar Pak Jokowi ada indikasi tersebut seharusnya saat mencalonkan sebagai Wali Kota Surakarta dua kali tidak bisa masuk. Bahkan, Pak Jokowi kemudian mencolankan lagi sebagai Gubernur DKI Jakarta dan terakhir sebagai Presiden RI.

Miyono mengatakan pihaknya menanggapi dengan tenang dan percaya semua orang ada yang mendukung Pak Jokowi dan tidak. Jika tidak cocok dengan Pak Jokowi, mereka selalu membikin masalah, hal ini sudah biasa, katanya pula.

"Namun, kami selalu mendoakan agar Pak Jokowi tetap mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari Allah SWT," katanya. [sho]

Baca juga:
Polisi sebut konten buku Jokowi Undercover hasil obrolan dunia maya
Timbulkan antipati ke seseorang, alasan polisi tahan Bambang Tri
Ibunda Jokowi: Suami saya putra seorang kepala desa
Kado pahit di awal 2017, tarif listrik sampai pengurusan STNK naik
Jokowi
Jokowi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini