Kesalnya Presiden Jokowi dan Cerita Kontraktor Dikejar Seperti Hantu

Kamis, 7 November 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kesalnya Presiden Jokowi dan Cerita Kontraktor Dikejar Seperti Hantu Jokowi buka IBEX 2019. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meluapkan kekesalannya. Presiden kesal lantaran ada kinerja pemerintah daerah, kementerian/lembaga hingga perbankan masih lamban.

Jokowi kesal karena beberapa kinerja tidak mencapai hasil yang memuaskan. Berikut kekesalan-kekesalan Jokowi setelah tiga pekan kembali menjabat sebagai presiden:

1 dari 3 halaman

Masih Ada Lelang Proyek Sampai November

Presiden Jokowi meluapkan kekesalan pada kementerian/lembaga serta pemerintah daerah karena masih melakukan lelang proyek hingga November 2019. Padahal seharusnya hingga akhir tahun, lelang itu sudah rampung. Pada November 2019, memang ada Rp31,7 triliun tender konstruksi.

"Apakah mau kita ulang-ulang kayak gitu? Ini tinggal November Desember masih e-Tendering," ucap Presiden Jokowi dengan nada kesal di Rakornas LKPP Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (6/11).

"Mau manggil siapa kontraktornya? Siapa, coba maju sini saya beri sepeda," kata Presiden Jokowi.

Jokowi menegaskan, idealnya lelang konstruksi dilakukan pada Januari 2019. Menjelang akhir tahun, seharusnya proses konstruksi hampir rampung. Namun, yang terjadi saat ini masih jauh dari harapan. Tak hanya itu saja, dengan waktu terburu-buru, maka hasilnya pula akan buruk.

"Akhirnya apa? Ya kualitasnya jelek, jembatan ambruk. Ya kayak gini, November masih lelang, SD ambruk. Karena kerja cepat-cepatan dan pas kerja pas basah, hujan. Tidak mungkin pekerjanya masih payung, udah bohong kayak gitu," kata Presiden Jokowi.

Jokowi meminta, ke depannya seluruh proses lelang konstruksi dilakukan awal tahun. Cara-cara lama harus segera ditinggalkan dan beralih ke pola baru yang lebih cepat. "Saya mau bulan Januari langsung main, enak, kualitasnya baik. Kontraktornya juga enak tidak dikejar-kejar kayak hantu, enak. Kenapa kita senang mengulang hal yang sama dan itu jelek?" pungkas Presiden Jokowi.

2 dari 3 halaman

Masih Ada Impor Cangkul

Tak hanya soal lelang proyek, Presiden Jokowi juga kesal karena masih ada impor-impor barang yang seharusnya bisa dibeli dari dalam negeri. Ia meminta Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) memprioritaskan industri dalam negeri daripada barang impor dalam proses produksi.

"Misalnya urusan pacul, cangkul, masak masih impor. Apakah tidak bisa didesain industri UKM kita, kamu buat pacul. Tahun depan saya beli. Ini puluhan ribu, ratusan ribu cangkul yang dibutuhkan masih impor," ucap Jokowi dalam pembukaan Rakornas LKPP di JCC Senayan Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Jokowi mengatakan bahwa cangkul hanya salah satu barang yang sebenarnya bisa diproduksi, tapi sayangnya malah diimpor. Menurut dia, masih banyak ribuan barang lagi yang juga diimpor.

"Barang lain masih ribuan. Enak banget itu negara yang di mana barang itu kita impor. Kita ini masih defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, masih impor. impor itu enak karena harganya lebih murah," jelasnya.

Menurutnya harga barang-barang impor ada yang lebih murah. Namun, apabila pemerintah masih terus menerus impor, ruang untuk menciptakan lapangan kerja akan hilang.

3 dari 3 halaman

Suku Bunga Kredit Tak Kunjung Turun

Presiden Jokowi menegur industri perbankan, karena sampai dengan hari ini belum juga menurunkan suku bunga kredit.

"Saya mengajak untuk memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit. Negara lain sudah turun, turun, turun, kita BI-rate sudah turun, bank-nya belum. Ini saya tunggu," kata Jokowi di Indonesia Banking Expo 2019 di Fairmont Hotel, Rabu (6/11/2019).

Seperti diketahui, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5 persen pada 24 Oktober 2019.

Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing turun 25 persen menjadi 4,25 persen dan 5,75 persen. [dan]

Baca juga:
Saat Presiden Jokowi Sentil Perusahaan BUMN
Jokowi Tanya Paloh Maksud Bertemu Presiden PKS Tetapi Tak Dijawab
Jokowi Lihat Wajah JK Lebih Cerah Usai Pensiun dari Wapres
Hadir di HUT Golkar, Jokowi Duduk Satu Meja dengan Airlangga dan Bamsoet
Temui Jokowi, Mendag AS Bahas Keringanan Bea Masuk Impor
Bisa Dihasilkan Sendiri, Mengapa Produk ini Masih Impor?

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini