Kepsek di Serang cabuli siswi SMP saat ambil kartu UN

Minggu, 21 April 2013 13:15 Reporter : Dwi Prasetya
Kepsek di Serang cabuli siswi SMP saat ambil kartu UN Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Nahas nasib A, siswi salah satu SMP di Serang ini dicabuli kepala sekolahnya saat mengambil kartu peserta Ujian Nasional, Senin (15/4). A mengaku diancam dipersulit kelulusannya jika tidak memenuhi hasrat bejat kepala sekolah tersebut.

"Sempat ada ancaman, jika tak menuruti kehendaknya akan dipersulit mengenai kelulusannya," kata A di Serang Timur, Minggu (21/4).

A mengalami depresi atas perbuatan cabul kepala sekolahnya, dia enggan mengikuti UN SMP pada Senin (22/4).

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika A mengambil kartu peserta UN di sekolahnya. Kepala sekolah yang saat itu berada di lokasi langsung meraba tubuh korban dan memaksa untuk memenuhi hasratnya.

Ternyata tindakan cabul kepala sekolah itu sudah diketahui para guru. Bahkan, ada guru yang menjadi korban kepala sekolah cabul itu. "Tak hanya kepada siswi, sejumlah rekan-rekan guru wanita juga banyak yang menjadi korban aksinya," kata KH, salah satu guru di sekolah tersebut.

KH mengatakan, para guru sudah mendesak pihak yayasan untuk memecat kepala sekolah cabul itu. "Jika tuntutan para guru tidak dipenuhi oleh pihak yayasan, para guru akan serentak mengeluarkan diri dari sekolah," tegas KH. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Pencabulan Siswi SMP
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini