Keponakan di Kukar 2 Tahun Jadi Budak Nafsu Paman, Ayah Korban Diancam Parang

Kamis, 5 Maret 2020 01:01 Reporter : Saud Rosadi
Keponakan di Kukar 2 Tahun Jadi Budak Nafsu Paman, Ayah Korban Diancam Parang Tersangka Ar diperiksa penyidik Polwan. ©2020 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Ar (45), pekerja tambang batu bara di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diringkus polisi, Selasa (3/3) kemarin. Dia ditangkap setelah diduga lima kali memerkosa keponakannya berusia 13 tahun.

Ar diketahui telah beristri dan punya 2 anak yang tinggal di Melak, Kutai Barat. Sesekali, dia menginap di rumah saudaranya, tak lain ibu kandung korban, lantaran rumah itu dekat dengan lokasi kerjanya.

Pemerkosaan terakhirnya terbongkar pada Rabu (26/2), saat dipergoki ayah korban. Korban sempat diinterogasi sang ayah terkait perbuatan pelaku.

"Begitu ayah korban meminta klarifikasi, ayah korban malah diancam parang. Setelah berembug keluarga, akhirnya orang tua korban melaporkan pelaku ke kantor polisi," kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Iptu Abdillah Dalimunthe, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (4/3).

Tindak asusila itu diketahui sudah dilakukan pelaku terhadap korban hingga 5 kali sejak 2018 lalu. Rata-rata dilakukan di dalam rumah korban. Pelaku pun memberikan iming-iming HP hingga uang Rp500 ribu untuk memuluskan aksi bejatnya.

"Korban ini masih kelas 3 SMP. Pertama kali pelaku melakukannya, dengan iming-iming HP," ujar Dalimunthe.

Dalam kasus itu, polisi menyita pakaian korban sebagai barang bukti. "Kami jerat pelaku dengan pasal 81 dan pasal 82 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," tegas Dalimunthe.

Pelaku Ar, membenarkan ulah bejatnya kepada keponakannya itu. "Pertama tahun 2018. Saya lakukan itu di dapur. Saya menyesal, ini benar-benar jadi pelajaran berharga," kilahnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini