Kepala BRIN Sebut Fungsi Dewan Pengarah beri Dukungan Politis & Permudah Konsolidasi

Rabu, 13 Oktober 2021 15:54 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Kepala BRIN Sebut Fungsi Dewan Pengarah beri Dukungan Politis & Permudah Konsolidasi Jokowi lantik Megawati jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN di Istana Negara. ©Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menjelaskan setelah Megawati Soekarnoputri dilantik sebagai dewan pengarah BRIN pihaknya akan mengadakan rapat. Tahap tersebut adalah langkah awal untuk melakukan koordinasi bersama dewan pengarah.

"Mengenai detailnya masih akan kami bahas dalam rapat bersama dewan pengarah perdana yaitu segera kami akan lakukan," kata Tri usai mengikuti acara pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/10).

Tri Laksana juga menjelaskan bukan hanya Megawati dalam dewan pengarah tersebut. Terdapat Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Bappenas Suharso Manoarfa serta beberapa akademisi dan periset dari perguruan tinggi di Indonesia.

"Itu juga sebabnya kenapa dewan pengarah terdiri dari unsur dari masyarakat. Tidak hanya dari masyarakat tapi juga industri dan juga dari masyarakat," bebernya.

Laksana juga menjelaskan dewan pengarah nantinya tidak akan ikut campur terkait riset. Nantinya dewan pengarah memberikan dukungan kepada BRIN.

"Kita perlukan setelah itu adalah dukungan teknokratis dan politis. Itu fungsi dewan pengarah. Karena dewan pengarah-kan enggak lakukan riset. Enggak masuk ranah eksekusi itu sendiri," ungkapnya.

Dia juga menuturkan nantinya fungsi dewan pengarah di BRIN sama dengan BNPB. Salah satunya yaitu untuk mempermudah konsolidasi.

"Jadi fungsinya sebagai payung supaya semua lebih mudah dikonsolidasikan," katanya.

Amanat Undang-Undang

Lebih rinci, Tri menjelaskan latar belakang pemilihan dewan pengarah dari berbagai keilmuan karena berdasarkan amanat undang-undang.

"Ini sesuai amanat Perpres 78 2021, diturunkan dari UU 11 tahun 2019, adalah dewan pengarah bertugas memberi arahan dan panduan dalam konteks scoop yang lebih besar kepada saya kepala BRIN," paparnya.

Laksana menambahkan, pembentukan BRIN dengan komposisi dewan pengarah, pada prinsipnya bertujuan menghilangkan kendala fundamental seperti SDM, infrastruktur dan anggaran.

"Kami mulai eksekusi, satu September lalu kita eksekusi lima lembaga riset utama, Kemristek, BPPT, BATAN, LAPN dan LIPI. Untuk diintegrasi ke dalam BRIN. Dari situ saja kita sudah mampu mengumpulkan sumber daya yang luar biasa besar," jelasnya.

Ia menambahkan, BRIN ke depan juga akan melakukan berbagai kerjasama dengan unit litbang di berbagai kementerian dan lembaga lainnya.

"Di dalam Dewan Pengarah ada Menkeu dan Kepala Bappenas. Tujuannya untuk mengonsolidasikan program program karena riset kan lintas lembaga," ungkapnya.

Laksana berharap, Dewan Pengarah dapat terus mengoptimalkan program yang dimiliki BRIN saat ini. Sehingga anggaran secara keseluruhan bisa lebih efisien saat eksekusinya.

"Karena Dewan Pengarah kan tidak lakukan riset. Tidak masuk ranah eksekusi, itu jadi tanggung jawab saya. Tapi saya tentu perlu dukungan karena sebagaimana diketahui (BRIN) mengumpulkan semua unit riset semua kementerian," katanya.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini