Kepala BPIP Ingin Sosialisasi Pancasila ke Kaum Milenial Pakai TikTok

Selasa, 18 Februari 2020 16:23 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kepala BPIP Ingin Sosialisasi Pancasila ke Kaum Milenial Pakai TikTok Ilustrasi TikTok. ©2019 theverge.com

Merdeka.com - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengungkap rencana pemerintah melakukan sosialisasi Pancasila ke kalangan milenial. Yudian ingin menggandeng influencer, blogger hingga media sosial yang sedang tren seperti TikTok untuk mengenalkan Pancasila kepada kalangan milenial.

"Medianya tentu nanti di sini, alatnya itu maksud saya ada YouTube, ada blogger, ada pokoknya medsos yang sekarang digital lah, digital mode ini, kita pakai, sehingga nanti akan ada, ya termasuk TikTok, segala macam itu, sehingga nanti akan nyambung antara kira-kira kurikulum di sekolah dengan apa yang ada di luar kurikulum," jelas Yudian dalam rapat dengar pendapat di Komisi II DPR, Jakarta, Selasa (18/2).

Yudian berharap, dengan media yang digandrungi kelompok milenial ini memudahkan mengenalkan Pancasila dengan media yang lebih dekat. Karenanya, BPIP ingin menggandeng tokoh idola anak muda untuk melakukan sosialisasi Pancasila.

"Kita akan juga bekerja sama dengan tokoh-tokoh yang mereka idolakan, misalnya kalau mereka suka nyanyi ya tokoh penyanyi milenial yang mereka sukai, dalam olahraga juga begitu, misalnya sepakbola nanti kita pinjam siapa, badminton siapa, basket siapa, agar mereka ini tidak terasa bahwa mereka itu sebetulnya sedang kita ajak untuk ber-Pancasila," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Pentingnya Kenalkan Pancasila ke Generasi Muda

Pentingnya mengenalkan Pancasila kepada milenial ini, kata dia, karena ada gap generasi dengan generasi tua. Yudian mengatakan, mendapatkan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo agar mengenalkan nilai Pancasila dengan kesukaan kaum milenial.

Pemerintah ingin perkenalan anak muda terhadap nilai Pancasila tanpa ada kesan dengan tekanan dan mengindoktrinasi.

"Nah (misal) olahraga itu kita arahkan untuk misalnya persatuan, gotong royong, gitu ya, saling mencintai, suportif, belajar objektif melihat fakta, tapi tanpa dihindari tekanan semacam indoktrinasi. Asal mereka paham bahwa ini adalah nilai-nilai kepancasilaan," jelas Yudian. [eko]

Baca juga:
Bumikan Pancasila ke Milenial, BPIP Gandeng KPK
Bertemu GP Ansor, PDIP Bahas Pancasila dan Indonesia Raya
Tokoh Bangsa Diminta Masif Sampaikan Soal Toleransi dan Perdamaian
Resmikan Masjid Nurul Falah, Tito Minta Kajian Ibadah Paralel dengan Pancasila

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini