Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenakan kostum pocong, Taufik Monyong kutuk pembantaian etnis Rohingya

Kenakan kostum pocong, Taufik Monyong kutuk pembantaian etnis Rohingya Seniman Surabaya kutuk pembantaian muslim Rohingya. ©2017 merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Ikut mengecam aksi pembantaian warga muslim di Rohingya oleh militer Myanmar, seniman asal Surabaya, Jawa Timur, Taufik Monyong menggelar aksi teatrikal di depan gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Senin (4/9).

Dalam aksinya, alumnus Universitas negeri Surabaya (Unesa) ini mengenakan kostum pocong. Taufik juga melumuri wajahnya dengan darah segar yang terus menetes hingga ke tubuh. "Ini menggambarkan betapa kejinya pembantaian atas Muslim Rohingnya yang menelan banyak korban jiwa," tutur Taufik.

Menurut mantan aktivis 1998 ini, aksi pembantaian yang dilakukan militer Myanmar, sama halnya telah merampas hak-hak warga negara. "Dengan merampas hak-warga warga negara, militer Myanmar tak punya hati nurani. Saya mengutuk keras tragedi yang menimpa saudara-saudara kita, etnis Rohingnya di Myanmar," tegasnya.

Taufik berharap, kejahatan kemanusiaan di Rohingya ini segera dihentikan. "Pemerintah harus segera mengambil tindakan dengan menyelamatkan pengungsi dan melakukan diplomasi agar konflik geopolitik di Myanmar segera berakhir,” tandas seniman yang juga Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) ini.

Sementara dalam aksi tunggalnya itu, seniman yang identik dengan kostum nyleneh ini mengawali dengan melantunkan suara azan. Kemudian mulut Taufik berkomat-kamit melantunkan doa.

"Ya Allah, berikan perlindungan terhadap muslim Rohingya yang saat ini tertimpa musibah atas kekejian tentara militer. Berikanlah tempat terindah untuk korban dan berikan ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan," ujarnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP