Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemendagri Gandeng 19 Negara, Dorong Integrasi Ciptakan Kota Cerdas Usai Pandemi

Kemendagri Gandeng 19 Negara, Dorong Integrasi Ciptakan Kota Cerdas Usai Pandemi Kemendagri Gandeng 19 Negara, Dorong Integrasi Ciptakan Kota Cerdas Usai Pandemi. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggandeng 19 negara guna mendorong solusi integrasi kota cerdas. Sebab, guna mewujudkan kota cerdas, diperlukan integrasi antar pelayanan publik dalam tata kelola kota.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA mengatakan kota cerdas bukan hanya mengenai prasarana dan sarana teknologi digital semata, namun bagaimana memastikan pelayanan publik dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Teknologi digital bukan tujuan penyelenggaraan kota cerdas, namun alat untuk mencapai tujuan, karena tujuannya bermuara pada pelayanan publik yang lebih cepat, lebih murah dan lebih baik," katanya dalam keterangan diterima merdeka.com, Selasa (4/10).

Ia menuturkan ekosistem kota cerdas kombinasi dari efektivitas pengelolaan sumber daya, kolaborasi lintas sektor, dan keterpaduan kebijakan pusat-daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan pelayanan publik dalam 32 urusan pemerintahan.

Seperti tertuang dalam UU Nomor 23 Tahan 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Hal ini sejalan dengan upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif dan efisien demi mengakselerasi kesejahteraan masyarakat.

Sempat terhenti dua tahun akibat Pandemi Covid-19, kini Pameran dan Forum Teknologi Terpadu (Integrated Technology Event / ITE) 2022, pada 5 -7 Oktober 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Safrizal mengatakan pelajaran berharga yang diperoleh dari Pandemi Covid-19 yaitu adanya pergeseran tatanan kehidupan menuju adaptasi kebiasaan baru yang mengurangi kontak/ pertemuan fisik, peralihan ke transaksi non-tunai dan digitalisasi pelayanan publik.

"Pengalaman Pandemi Covid-19 telah menggeser paradigma dalam semua aspek kehidupan, termasuk pelayanan publik dari manual ke digital, namun kita harus menempatkan hal ini dalam strata permanen bukan temporer pada penyelenggaraan pemerintahan daerah" sambung Safrizal.

Event ITE 2022 sendiri akan menghadirkan lebih dari 200 peserta pameran dari 19 negara, dengan estimasi pengunjung lebih dari 10.000 visitors. Di samping eksibisi, gelaran ITE 2022 juga menginisiasi forum-forum profesional yang akan menghubungkan Pemerintah Pusat, paraKepala daerah baik Gubernur, Walikota, maupun Bupati, dengan para pelaku teknologi solusi dan referensi dari berbagai ahli dan praktisi.

"Mengingat arti penting dan strategis event ini, tentunya sangat sayang untuk dilewatkan, karena selain memuktahirkan perkembangan teknologi digital di era kekinian, juga terutama sekali membuka peluang investasi yang tentunya diharapkan dapat mempercepat agenda pemulihan ekonomi di masa transisi pandemi saat ini," kata Safrizal.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP