Kemen PPPA: Tantangan Utama Dihadapi Pekerja Perempuan Adalah Pengasuhan Anak

Jumat, 9 Oktober 2020 06:03 Reporter : Merdeka
Kemen PPPA: Tantangan Utama Dihadapi Pekerja Perempuan Adalah Pengasuhan Anak Ilustrasi pekerja. Shutterstock/wissanustock

Merdeka.com - Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosalin menilai pengadaan day care ramah anak penting untuk perempuan pekerja maupun anak itu sendiri. Menurut Lenny, day care ramah anak dapat membantu perempuan pekerja dalam mengasuh anak.

Dia mengatakan, selama ini fungsi pengasuhan anak dibebankan kepada perempuan. Oleh karena itu, Lenny menilai pengadaan day care dapat membantu anak-anak mendapat pengasuhan yang layak ketika harus terpisah dengan orang tua.

"Tantangan pekerja yang dihadapi oleh pekerja perempuan terutama (adalah) masih banyak fungsi pengasuhan di dalam keluarga yang dibebankan kepada perempuan. Meskipun sebetulnya secara gender values, bahwa parenting itu ya dua, peran dari ayah dan ibunya,” ujar Lenny, Kamis (8/10).

Lenny menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat menyebabkan pekerja perempuan yang baru memiliki anak terpaksa harus keluar dulu dari tempat kerjanya. Hal ini dikarenakan harus mengurus dan membesarkan bayi yang masih membutuhkan ASI eksklusif.

"Selalu perempuan berpikirnya bahwa ‘bagaimana saya punya bayi?’ terus ini kalau kita bicara ASI eksklusif, promosi ASI eksklusif harus 6 bulan, sementara cuti hanya 3 bulan. 3 bulan pun itu diambil sebelum dan sesudah melahirkan, jadi untuk mau fokus menyusui saja tinggal berapa bulan? bagaimana dia mau merealisasikan 6 bulan menyusui sementara di harus bekerja dan di kantornya tidak ada ruang laktasi misalnya.”

Oleh karena itu, penyediaan ruang laktasi dan day care dipercaya Lenny dapat memberikan mutual benefit bagi berbagai pihak. Pihak yang diuntungkan antara lain anak itu sendiri karena ia mendapatkan pengasuhan yang baik, pekerja perempuan, pekerja laki-laki, dan perusahaan.

Dengan begitu, penyediaan day care juga dapat berpotensi meningkatkan ekonomi lokal dan ekonomi nasional karena perempuan pekerja yang memiliki anak masih bisa berpenghasilan.

Untuk menciptakan day care ramah anak, ada 4 prinsip penting yang harus diperhatikan. 4 prinsip tersebut antara lain non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hidup tumbuh dan berkembang, dan partisipasi/suara anak. Kemen PPPA sendiri juga sudah menetapkan standarisasi untuk day care.

Dengan pengadaan daycare ramah anak, Lenny berharap pengasuhan anak yang selama ini belum optimal dapat menjadi lebih optimal lagi dan pekerja perempuan juga dapat tetap produktif tanpa perlu khawatir akan pengasuhan anaknya selama ia tidak di rumah.

“Pengasuhan anak yang belum optimal yang tanda minus selama ini mudah-mudahan dengan daycare yang ramah anak ini kita bisa menjadikan anak-anak kita menjadi bisa terasuh dengan optimal dan tentunya dampak positifnya adalah kepada para pekerja. Harapan Kami tidak akan terganggu produktivitas para pekerja karena dia tentunya harapannya bekerja bisa lebih tenang, lebih nyaman.”

Lenny juga memberikan contoh terkait perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia yang mengadakan fasilitas daycare bagi karyawannya. Lenny melihat bahwa dengan fasilitas tersebut, loyalitas karyawan kepada perusahaan bisa menjadi lebih tinggi.

Reporter Magang: Maria Brigitta Jennifer [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini