Kata Politikus PKS Fahri Hamzah tentang perayaan Valentine Day

Sabtu, 14 Februari 2015 14:26 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Kata Politikus PKS Fahri Hamzah tentang perayaan Valentine Day Fahri Hamzah. ©2013 Merdeka.com/Vany Nestia Jayani

Alkisah Kepala si entin bocor. Suaminya panik dan berteriak. Pale Entin! 10x terdengar Palentin!


- Fahri Hamzah

Merdeka.com - Perayaan hari kasih sayang atau yang biasa disebut valentine day menjadi pro dan kontra bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Ada yang menganggap valentine suatu hal yang biasa saja dan ada juga yang menilai hari kasih sayang pada tanggal 14 Februari ini harus disiapkan secara khusus, terutama bagi yang sudah memiliki pasangan.

Lalu bagaimana tanggapan pro dan kontra di masyarakat tentang hari valentine ini bagi Politikus PKS Fahri Hamzah?

Melalui akun Twitternya, @fahrihamzah, pihaknya sedikit berkelakar tentang asal usul hari valentine muncul. Dia mengisahkan, hari kasih sayang awalnya terjadi karena ada kisah seorang perempuan bernama Entin yang terbentur kepala sampai membuat sang suami kaget bukan kepalang.

"Alkisah Kepala si entin bocor. Suaminya panik dan berteriak. Pale Entin! 10x terdengar Palentin!" tulis Fahri Hamzah dikutip merdeka.com, Sabtu (14/2).

Benarkah kisah ini yang dirayakan hari ini?, lanjut Fahri, kasih sayang suami kepada istrinya yang terluka. Dia menambahkan, katanya kisah ini ada di Batavia. Pale itu artinya kepala, entin nama istri. Lalu nama suaminya siapa.

"Marilah kita menertawakan kegamangan kita dalam menghadapi arus dunia yang deras melanda," lanjut dia.

Fahri mengkritik budaya masyarakat Indonesia yang selalu mengikuti bangsa lain, bukannya bangga dengan budaya sendiri. Akhirnya, bangsa Indonesia selalu terbawa arus dari luar meskipun itu berdampak buruk bagi masyarakat Indonesia sendiri.

"Dan dalam kebudayaan yang dungu. Kita semua menjadi konsumen dan ikut mau para produsen, termasuk budaya," terang dia.

Wakil Ketua DPR ini menilai wajar banyak orang tua yang melarang anak-anaknya merayakan hari valentine. Menurut dia, itu merupakan sebuah pertahanan dari gempuran budaya asing yang masuk ke Tanah Air.

"Kalau kita melarang anak-anak mudah kita merayakan hari ini. Sadarlah bahwa itu pertahanan. Kapan kita menyerang?" kata dia. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini