Better experience in portrait mode.
Kasus Bully Siswi SMP di Bojonggede Dipicu Masalah Pacar dan Fitnah

Kasus Bully Siswi SMP Dipicu Masalah Pacar dan Fitnah

Kasus bully siswi SMP Al Basyariah di Bojonggede terungkap setelah polisi mengungkap penyebab utamanya.

Berdasarkan pemeriksaan, korban sering memfitnah dan menceritakan kisah pacar terduga pelaku kepada teman-temannya.

Pelaku tidak terima kisah cintanya diceritakan ke orang lain, sehingga terjadilah perebutan cowok antara teman korban dengan terduga pelaku.

Pertemuan antara korban dan terduga pelaku terjadi setelah jam pulang sekolah. Polisi belum dapat memastikan apakah bully ini direncanakan atau tidak.

Geser👉
Papua Belum Penuhi Minimal Anggaran Pendidikan 20%

Papua Belum Penuhi Minimal Anggaran Pendidikan

Papua belum mencapai minimal anggaran pendidikan 20%.

Pemerintah provinsi di Papua belum memenuhi syarat wajib belanja pendidikan sebesar 20%.

Alokasi dana pendidikan di Papua masih sangat rendah, dengan Papua Barat hanya 3,59% dari total belanja daerah.

Data ini menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan alokasi anggaran pendidikan di Papua.

Geser👉
Jokowi Tegaskan Tidak Ada Bansos untuk Pelaku Judi Online

Jokowi Tegaskan Tidak Ada Bansos untuk Pelaku Judi Online

Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak akan ada bantuan sosial (bansos) untuk pelaku judi online.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pemerintah berencana memberikan bansos kepada keluarga pejudi online.

Namun, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak mengatur hal tersebut dan bansos hanya diberikan kepada warga miskin sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa penerima bansos adalah warga miskin yang memenuhi kriteria, termasuk korban judi online yang jatuh miskin. Tidak ada kekhususan untuk korban judi online.

Geser👉
Update Kasus Korupsi 109 Ton Emas PT Antam, Kejagung Periksa Tiga Saksi

Kejagung Periksa Tiga Saksi dalam Kasus Korupsi 109 Ton Emas PT Antam

Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang memeriksa tiga saksi dalam kasus korupsi impor emas merek Antam. Para tersangka diduga menggunakan merek Antam untuk emas cetak milik swasta secara ilegal. Kasus ini menjadi perhatian publik karena adanya 109 ton emas palsu yang beredar di masyarakat.

Kejagung mengusut kasus dugaan korupsi impor emas merek Antam yang terjadi pada tahun 2010-2022. Tiga saksi yang diperiksa adalah EEL dari Toko Aneka Logam, YSE dari Toko Emas Jaya Abadi, dan STY pegawai PT Antam Tbk. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut.

Ketut Sumedana, pembaca Generasi Milenial dan Generasi Z, menyoroti perbedaan antara emas resmi Antam dengan emas milik swasta yang distempel secara ilegal. Namun, Ketut tidak dapat menilai kualitas emas tersebut. Kejagung telah menetapkan enam mantan General Manager PT Antam sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasus korupsi impor emas merek Antam ini menjadi pengungkapan skandal baru yang ditangani Kejagung. Dengan adanya ringkasan ini, pembaca diajak untuk menemukan ringkasan menarik lainnya dengan topik berbeda. Geser ke atas untuk menemukan ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Polisi Serahkan Berkas Pegi Setiawan ke Kejaksaan, Bagaimana Status 2 DPO Kasus Vina Cirebon yang Dihapus?

Polisi Serahkan Berkas Pegi Setiawan ke Kejaksaan

Polisi serahkan berkas tersangka Pegi Setiawan alias Perong atas kasus dugaan pembunuhan berencana Vina dan Eky, Cirebon ke Kejaksaan.

Status dua DPO Andi dan Dani yang terlibat dalam kasus tersebut masih belum jelas, namun penyidik tetap menindaklanjuti dan membuka peluang bagi masyarakat untuk memberikan informasi terkait keberadaan keduanya.

Meskipun tidak ada bukti yang mengarah ke Andi dan Dani, penyidik akan terus memastikan apakah keduanya nyata atau hanya fiktif belaka.

Polda Jawa Barat akan menyerahkan berkas tersangka Pegi Setiawan ke Kejaksaan setelah memeriksa sebanyak 70 orang saksi. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Kasus Vina Cirebon, Polisi Sebut Saka Tatal Kerap Berbohong saat Beri Kesaksian

Polisi Sebut Saka Tatal Sering Berbohong dalam Kasus Vina Cirebon

Polisi mengungkap bahwa Saka Tatal sering berbohong dalam kasus Vina Cirebon.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menyebut bahwa keterangan dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) menemukan banyak keterangan berubah dari Saka Tatal selama proses penyidikan.

Polda Jawa Barat memastikan melakukan proses penyidikan dengan hati-hati terhadap Saka Tatal yang baru-baru ini buka suara setelah bebas.

Kasus ini menunjukkan pentingnya profesionalitas penyidik dan keterbukaan dalam proses hukum. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Polisi Tindak Pemuda Bawa Mobil Dinas Pemprov DKI di Yogyakarta, Sudah Pernah Ditegur Tapi Ngeyel

Polisi Tindak Pemuda Bawa Mobil Dinas di Yogyakarta

Polisi DIY menegur pemuda yang menggunakan mobil dinas di Yogyakarta.

Pemuda tersebut sudah pernah ditegur sebelumnya tetapi tetap memakai mobil dinas.

Polisi meminta agar mobil dinas tersebut tidak lagi beroperasi di Yogyakarta.

Tindakan ini diambil karena laporan dari masyarakat dan sebagai bentuk sayang polisi pada pemuda tersebut.

Geser👉
Diperiksa Penyidik, Dua Korban Dugaan Pelecehan Eks Rektor UP Berharap Tersangka Segera Ditetapkan

Dua Korban Dugaan Pelecehan Eks Rektor UP Berharap Tersangka Segera Ditetapkan

Dua korban dugaan pelecehan eks Rektor UP berharap tersangka segera ditetapkan, menunggu hasil penyidikan.

Keduanya diperiksa sebagai saksi pelapor setelah kasusnya naik ke tahap penyidikan.

Penyidik sedang mengumpulkan bukti untuk menentukan pelaku sebenarnya, dan juga menyinggung status klien di universitas.

Penasihat hukum berharap kasus ini diusut tuntas dan kedua korban mendapatkan keadilan.

Geser👉
SYL Bantah Perintahkan Cari Uang

SYL Bantah Perintahkan Cari Uang

SYL membantah kesaksian mantan anak buahnya terkait perintah menarik atau mengumpulkan uang dari para eselon I di lingkungan Kementan RI.

SYL menyatakan bahwa meminta uang merupakan tindakan yang memalukan dan bahwa dia tidak pernah aktif untuk meminta atau memaksa.

SYL juga memastikan dirinya tidak bisa melakukan pencopotan atau pergantian jabatan terhadap jajaran eselon I di Kementan RI.

SYL menegaskan bahwa dia tidak pernah mencopot atau mengganti pejabat selama menjadi pejabat, dan mengajak pembaca untuk menemukan ringkasan menarik lain dengan topik berbeda.

Geser👉
Polisi Bisa Jerat Ayah Pegi Setiawan

Polisi Bisa Jerat Ayah Pegi Setiawan

Polisi mengancam akan menjerat Ayah Pegi Setiawan dengan pidana jika anaknya terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Arista dan Muhammad Rizky Rudiana.

A Saprudi diduga menyembunyikan identitas anaknya yang menjadi buron selama delapan tahun dengan mengganti namanya menjadi Roby Irawan.

Ayah Pegi juga memperkenalkan Pegi yang berganti identitas menjadi Roby sebagai keponakan, bukan anaknya.

Meski fokus saat ini masih pada penuntasan kasus pembunuhan Vina dan Eky, kasus keterlibatan Ayah Pegi kemungkinan akan diproses berikutnya.

Geser👉
FOTO: Satgas Bentukan Presiden Jokowi Gelar Rapat Perdana untuk Mempercepat Berantas Judi Online

Satgas Pemberantasan Judi Online Dibentuk Presiden Jokowi

Satgas Pemberantasan Judi Online dibentuk oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Juni 2024.

Rapat perdana Satgas Pemberantasan Judi Online dilakukan untuk mempercepat pemberantasan judi online secara tegas dan terpadu.

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online mengungkap tiga tugas yang akan dilakukan, yaitu pembekuan rekening transaksi judi online, penindakan modus jual beli rekening, dan penutupan pelayanan pembayaran online di mini market.

Sampai saat ini, sudah ada empat sampai lima ribu rekening mencurigakan yang telah diblokir oleh Satgas Pemberantasan Judi Online.

Geser👉
Pengacara Staf Hasto Sebut Penyidik Minta Maaf Terkait Penyitaan Barang, KPK: Tidak Ada

Penyidik KPK Minta Maaf Terkait Penyitaan Barang

Penyidik KPK meminta maaf atas penyitaan barang termasuk handphone staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Pemeriksaan Kusnadi berjalan dengan baik tanpa intimidasi dan dia diberikan makan oleh penyidik.

Jubir KPK membantah pernyataan pengacara yang menyebut adanya permintaan maaf dari penyidik.

Kesimpulan: Penyidik KPK meminta maaf atas kesalahan penyitaan barang, pemeriksaan Kusnadi berjalan baik, namun Jubir KPK membantah pernyataan pengacara. Geser Ke Atas untuk ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Polisi Bantah Intimidasi Saka Tatal

Polisi Bantah Intimidasi Saka Tatal

Polisi membantah tudingan intimidasi yang dialami oleh Saka Tatal selama proses penyidikan kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon.

Polisi menunjukkan foto-foto selama pemeriksaan yang membantah tudingan intimidasi tersebut. Foto-foto tersebut menunjukkan Saka Tatal berada dalam keadaan baik-baik dan tidak ada tanda-tanda intimidasi.

Saka Tatal berhak membantah hasil penyidikan, namun penyidik tetap fokus dengan bukti yang dimiliki. Saka Tatal masih merupakan bagian dari tersangka dalam kasus tersebut.

Geser Ke Atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya dengan topik berbeda.

Geser👉