KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kapolri soal kasus Hermansyah: Tak ada settingan, pelaku bukan aktor

Senin, 17 Juli 2017 14:36 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku penganiayaan ahli IT ITB Hemansyah sempat ketakutan karena motif aksi yang dilakukan dikaitkan dengan sejumlah isu, termasuk politik. Polisi mendapat informasi dari keluarga pelaku soal rencana para pelaku menyerahkan diri.

"Berkembang isu macem-macem motifnya. Sampai motif politik dan lain-lain. Para pelaku ketakutan sendiri," kata Tito saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7).

Tito mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap dua pelaku penganiayaan Hermansyah. Dia memastikan polri terbuka terkait proses hukum terhadap pelaku.

"Kasus ini nanti dijalankan Pak Kapolda. Prinsip era keterbukaan nanti juga di pengadilan. Tidak bisa ada yang mensetting di pengadilan. Karena mereka bukan aktor," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan mengatakan penyidik masih mengejar satu pelaku yang ikut melakukan pengeroyokan terhadap pakar telematika ITB Hermansyah di Tol Jagorawi KM 6. Meskipun ada wanita saat aksi tersebut.

"Satu lagi DPO, Domance sedang dikejar, pertama ketangkap Edwin dan Laurens, kemaren dua lagi, sehingga satu lagi, memang ada satu lagi perempuan, itu teman dekatnya Edwin, tapi tetap kita cari untuk diminta keterangan untuk memperjelas lagi kronologisnya," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/7).

Kata Iriawan, Domaince merupakan pelaku yang ikut menumpang mobil Honda City bersama pelaku Lauren Paliama (31), Erick Birahy (22) dan Richard Patipelu (25). Dirinya diduga ikut membantu memukul Hermansyah. [ded]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.