Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolri mau Kejagung bentuk timsus bantu penuntutan Densus Antikorupsi

Kapolri mau Kejagung bentuk timsus bantu penuntutan Densus Antikorupsi Kapolri Tito Karnavian narasumber seminar internasional di Surabaya. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku tak mempermasalahkan soal Jaksa Agung yang menolak untuk jaksanya bergabung dengan Densus Antikorupsi. Densus itu sendiri direncanakan akan diresmikan Polri sekiranya pada akhir tahun 2017 ini.

"Kalau tidak satu atap tidak masalah, tapi ada mungkin dibentuk tim khusus berkontak langsung berinteraksi langsung sejak langkah penyelidikan yang awal," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/10).

Mantan Kapolda Metro Jaya itu berharap, agar kejaksaan bisa membentuk Satuan Tugas (Satgas) seperti Satgas khusus penuntutan terorisme yang selama ini bermitra atau berkerjasama dengan Densus 88.

"Satgas penuntutan terorisme namanya yang mereka sudah berparalel bermitra dengan Densus 88 sehingga berhadapan dengan perjanjian teror sejak dini," ujarnya.

Tito pun menilai, prosedur yang diterapkan seperti Densus 88 itu lebih efektif. Karena nantinya tidak akan terjadi bolak balik perkara atau kasus.

"Anggota Densus 88 sudah paham dengan siapa harus apa yang beredar informasi penangkapan. Ini sama, Kita berharap dari kejagung juga membentuk satu tim khusus tanpa mengurangi kewenangan kejaksaan," tandasnya.

Sebelumnya Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo, menegaskan, jika pihaknya menolak untuk bergabung dengan Densus Antikorupsi. Dirinya beralasan, karena tidak ada aturan hukum yang mewajibkan jaksa untuk bergabung. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP