Kapal pencari ikan karam dihantam gelombang, 1 nelayan hilang
Merdeka.com - Kapal nelayan pencari ikan berpenumpang 3 orang, dilaporkan tenggelam setelah dihantam badai disertai gelombang 3 meter di perairan Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (6/12) malam. Dua nelayan selamat, seorang lagi hilang pasca kejadian dan masih dicari tim SAR gabungan.
Keterangan diperoleh, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. Ketiga nelayan warga kota Bontang masing-masing diketahui bernama Tahamrin (36), Sabri (34) serta Daroyini (34), pergi melaut mencari ikan di perairan.
"Di perairan, wilayah terdekat adalah Pulau Beras Basah. Mungkin saja, para nelayan kurang tahu bahwa memang cuaca Kaltim dan Kaltara, sedang kurang bersahabat dengan adanya hujan deras dan angin kencang," kata Kasi Operasional Basarnas Kaltim-Kaltara Kantor SAR Balikpapan, Octavianto, saat dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (7/12) siang.
Belakangan cuaca buruk di perairan, terjadi badai dan angin kencang disertai gelombang hingga 3 meter. Kapal pun karam, seorang nelayan hilang di perairan pasca kejadian atas nama Daroyini.
"Dua orang lainnya ditolong oleh kapal lainnya sekitar jam 10 pagi tadi, KM Harapan Utama, yang melintas di lokasi kejadian. Lokasinya pada posisi 00 07' 364'' N/117 39' 285'' E. Dua korban selamat adalah Tahamrin dan Sabri," jelas Octavianto.
"Kedua korban selamat itu sudah dibawa kembali ke Bontang. Kalau dilihat dari lokasinya, setelah dipetakan berdasarkan titik koordinat yang kita dapatkan, daratan terdekat di perairan adalah Pulau Beras Basah," tambahnya.
Usai menerima informasi peristiwa itu sekitar pukul 11.15 WITA, tim SAR di pos Basarnas Kutai Timur bergerak ke lokasi kejadian dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).
"Yang turun melakukan pencarian adalah dari pos SAR Kutai Timur, pos TNI AL dan Polair. Kami gunakan kapal RIB ke lokasi kejadian kapal nelayan itu," tutup Octavianto.
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya