Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kabar Latihan Militer di Tengah Permukiman Warga, Ini Jawaban Kodam Brawijaya

Kabar Latihan Militer di Tengah Permukiman Warga, Ini Jawaban Kodam Brawijaya Foto ilustrasi. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Latihan militer di tengah permukiman warga Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan menjadi sorotan. LBH Surabaya mengecam latihan tersebut.

Salah satu alasannya latihan tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada warga. Warga pun merasa tidak nyaman dengan adanya latihan tersebut.

Kepala Divisi Tanah dan Lingkungan LBH Surabaya Moh. Soleh menuturkan, pihaknya mendapatkan kiriman video dari warga ada latihan militer di tengah permukiman warga di Desa Wates, Pasuruan.

Warga dikagetkan dengan suara tembakan pada Selasa siang 19 November 2019. Latihan militer tersebut diperkirakan terjadi pukul 12.00-14.00 WIB. Desa tersebut memang masuk 10 desa sengketa, tetapi Sole melihat latihan militer juga sebaiknya tidak dilakukan di lokasi tersebut.

"Warga dikagetkan bunyi tembakan sekitar pukul 12.00-14.00 ketika warga juga lagi istirahat. Sedang ada latihan militer dekat rumah mereka. Warga menyampaikan kalau tidak ada pemberitahuan sebelumnya," ujar Soleh saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (20/11).

Soleh pun mengecam latihan militer di tengah permukiman warga. Hal ini melanggar pasal 28 D UUD 1945. Dalam pasal itu disebutkan kalau setiap orang berhak untuk rasa aman dan tentram. Selain itu, pada Juli 2019, menurut Soleh, peluru nyasar sempat mengenai pelipis warga.

"Latihan dilakukan di tempat seperti itu melanggar hak," kata dia.

Penjelasan Kodam Brawijaya

Soleh menuturkan, latihan militer di tengah permukiman membuat warga trauma. Meski belum ada korban dan kerusakan fasilitas karena latihan militer tersebut saat ini.

LBH Surabaya pun sudah mengadukan kepada Komnas HAM mengenai hal tersebut. Pihaknya pun menagih janji presiden terkait Kepres Nomor 86 Tahun 2018 mengenai reforma agraria.

"Kami ingin Presiden menyelesaikan konflik 10 desa sengketa dengan TNI AL. Karena kalau berlarut-larut dikhawatirkan dapat menimbulkan korban," ujar dia.

Terkait hal ini, Kapendam V Brawijaya Letkol Imam Haryadi membantah bahwa pasukannya latihan di sana. Menurut dia, itu bukan wilayah latihannya.

"Sampai saat ini, satuan jajaran Kodam V Brawijaya belum pernah yang latihan di daerah tersebut. Itu bukan daerah latihan Kodam V," ucap Imam kepada Liputan6.com, Rabu (20/11).

Menurut dia, latihan TNI AD di wilayah Jatim hanya ada 2 tempat.

"Pertama di Latma Ausindo di Asembagus. Kedua di Lat. Posko Brigif 16 di Dodiklatpur Situbondo," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta (Liputan6.com)

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP