Jokowi Cek Pengendali Lahar Dingin Gunung Merapi Setelah Erupsi

Jumat, 14 Februari 2020 20:28 Reporter : Merdeka
Jokowi Cek Pengendali Lahar Dingin Gunung Merapi Setelah Erupsi Jokowi di Gunung Merapi. ©2020 Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecek upaya revitalisasi lahan kritis sekitar Dam Kali Putih, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (14/2). Sabo Dam sendiri memiliki manfaat untuk mengendalikan aliran lahar dingin Gunung Merapi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meninjau Dam Kali Putih usai melakukan penanaman pohon di Taman Nasional Gunung Merapi. Jokowi turut didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju saat meninjau lokasi.

Selain untuk pengendali aliran lahar dingin Gunung Merapi, Sabo Dam juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antardesa, sebagai sumber air baku dan irigasi, serta area wisata. Sementara itu, bagian hulu Sabo berfungsi sekaligus sebagai lokasi penambangan pasir dan batu secara terkendali.

Gunung Merapi diketahui merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Erupsi kecil terjadi 2 kali dalam 10 tahun, sedangkan erupsi besar terjadi setiap 10 tahun sekali. Erupsi terbesar terjadi tahun 2010 lalu (sejak 170 tahun).

Erupsi Gunung Merapi telah menyebabkan terjadinya banjir lahar yang mengakibatkan terjadinya korban jiwa, kerusakan pemukiman, sarana dan prasarana jalan, bangunan pengairan, serta fasilitas umum lainnya.

Untuk itu, sejak tahun 1969, dilaksanakan program pengendalian banjir lahar Gunung Merapi untuk penanggulangan dampak erupsi. Dalam rangka penanggulangan banjir lahar Gunung Merapi, pada tahun 1977-1980 disusun sebuah rencana induk sebagai hasil kerja sama Indonesia dan Jepang.

Selanjutnya, rencana induk tersebut ditinjau ulang tahun 2001, untuk kemudian ditinjau kembali pada tahun 2017 setelah erupsi besar tahun 2010 yang menghasilkan 140 juta meter kubik lahar.

Berdasarkan rencana induk tersebut, dilaksanakan pembangunan Sabo Dam dan prasarana pengendali banjir lahar lainnya secara besar-besaran, yaitu sebanyak 272 unit Sabo Dam.

Sebelumnya, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali erupsi pada Kamis, 13 Februari 2020 pagi. Hal itu diketahui melalui laman Twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) @bpptkg.

"Terjadi erupsi di Gunung #Merapi tanggal 13 Februari 2020 pukul 05.16 WIB," tulis BPPTKG.

Reporter: Lizsa Egeham [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini