JK tak persoalkan tokoh Indonesia masuk paradise papers asal bayar pajak

Selasa, 7 November 2017 17:00 Reporter : Supriatin
Jusuf Kalla pidato di Sidang Umum PBB. ©2017 Tim Media Wapres

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla tak mempersoalkan masuknya nama sejumlah tokoh Indonesia ke dalam dokumen paradise papers atau dokumen surga. Paradise papers adalah dokumen tentang orang-orang yang secara diam-diam berinvestasi di luar negeri.

"Tidak apa-apa, asalkan tetap bayar pajak," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (7/11).

JK menduga ada dua motif di balik keputusan tokoh Indonesia berinvestasi diam-diam di luar negeri. Pertama untuk menghindari pajak, kedua untuk memudahkan bisnis ke luar negeri.

"Itu juga positif, tidak semua negatif. Ada juga positifnya orang itu memakai akses modal dari luar ke dalam. Yang negatifnya kalau uang disembunyikan di situ untuk tidak membayar pajak, itu negatif," ujarnya.

Perlu diketahui, paradise papers merupakan kelanjutan dari Panama Papers pada 2015 yang mengungkapkan berbagai politikus, miliuner dan selebritis yang dituding mempunyai akun di luar negeri.

Ratu Elizabeth II, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan perusahaan raksasa dunia seperti Apple dan Nike tercantum dalam dokumen surga tersebut. Dokumen surga memperlihatkan bagaimana tokoh dan perusahaan dunia meraup keuntungan dari negara surga pajak atau tax haven.

Dilansir dari Business Insider, dokumen Paradise Papers pertama kali didapat oleh koran Jerman, Suddeutsche Zeitung dan dibagikan kepada International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Dokumen ini mengungkapkan bagaimana firma hukum Appleby dan Asiaciti Trust bekerja melayani nasabah kaya dunia.

"Dokumen tersebut juga memuat bagaimana pemerintah negara surga pajak melayani 19 perusahaan dunia". [dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.