Better experience in portrait mode.
JK Jadi Saksi Korupsi LNG

JK Jadi Saksi Korupsi LNG

Jusuf Kalla akan menjadi saksi dalam persidangan kasus korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair tahun 2011-2021.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengkonfirmasi bahwa JK akan menjadi saksi meringankan untuk terdakwa mantan Dirut PT Pertamina, Karen Agustiawan.

Ditunjuknya JK sebagai saksi merupakan rangkaian dari proses hukum, yang memperlihatkan keseimbangan dalam pembuktian antara jaksa dan terdakwa.

Karen Agustiawan didakwa melawan hukum dengan membuat kontrak perjanjian yang menyebabkan kerugian negara sebesar USD113 juta.

Geser👉
FOTO: Senyum Prabowo Terima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama di Mabes Polri

Prabowo Terima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama

Prabowo Subianto menerima tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung di Mabes Polri dan hanya dihadiri oleh sejumlah pejabat utama.

Bintang Bhayangkara Utama merupakan kelas tertinggi dari Bintang Bhayangkara dan diberikan kepada seseorang yang dinilai berjasa besar untuk kemajuan dan pengembangan Polri.

Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih periode 2024-2029 mendapatkan penghargaan tersebut sebagai tanda kehormatan.

Geser👉
Pengacara Pegi Setiawan Bawa Bukti Kuat Kasus Vina Cirebon

Pengacara Pegi Setiawan Bawa Bukti Kuat Kasus Vina Cirebon

Pengacara tersangka Pegi Setiawan, Mayor TNI (purn) Marwan Iswandi meminta agar pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) hati-hati dalam menerima berkas kasus pembunuhan berencana Vina dan Eky, Cirebon dari Polda Jawa Barat.

Marwan mengklaim kalau Pegi Setiawan adalah korban salah tangkap dari Polda Jawa Barat. Selain dari ciri-ciri fisik yang berbeda, ada juga temuan yang janggal ketika penyebab kematian disebut dari berkas putusan pengadilan, karena pukulan benda tumpul pada rahang oleh Dani.

Pengacara Pegi Setiawan melakukan audiensi ke pihak Kejagung dan permintaannya telah diterima oleh Kapuspenkum Harli Siregar. Marwan dan timnya berharap agar Kejagung mengkaji ulang kasus ini dengan hati-hati.

Pengacara Pegi Setiawan membawa bukti kuat dan mengadu ke berbagai pihak untuk membuktikan bahwa kliennya adalah korban salah tangkap. Geser ke atas untuk menemukan ringkasan menarik lain dengan topik berbeda.

Geser👉
Habis Kontrak di Pertamina, Mantan Perawat Ini Nekat Jadi Kurir Narkoba

Mantan Perawat Pertamina Ditangkap Jadi Kurir Narkoba

Mantan perawat di Pertamina, J, ditangkap sebagai kurir narkoba dengan sabu seberat 9,5 kg.

J yang menganggur setelah kontrak habis nekat terlibat dalam jaringan narkoba.

Polisi berhasil menggagalkan pengiriman 9,5 kg sabu dan 9 ribu butir ekstasi yang akan dikirim oleh J.

J masih belum menerima upah dan polisi masih memburu jaringan narkoba lainnya yang terlibat.

Geser👉
Viral Driver Ojol Temukan Empat Kantong Plastik Berisi Paku Diduga untuk Ranjau di Jalan Gatot Soebroto

Driver Ojol Temukan Ranjau Paku di Jalan Gatot Soebroto

Seorang driver ojol menemukan banyak paku diduga untuk ranjau bertebaran di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat empat kantong plastik berisi paku dan besi tersebar di jalan tersebut.

Kapolsek Metro Setiabudi akan menyelidiki temuan ranjau paku yang dilaporkan masyarakat, meskipun ranjau tersebut sudah sering dibersihkan sebelumnya.

Polisi berjanji akan mengusut kasus ranjau paku ini dan mengambil tindakan yang diperlukan. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Skenario Gerindra di Pilgub Jakarta, Usung Kaesang jika Ridwan Kamil Batal Maju

Gerindra Pertimbangkan Usung Kaesang di Pilgub Jakarta

Partai Gerindra mempertimbangkan mengusung Kaesang Pangarep jika Ridwan Kamil batal maju di Pilgub Jakarta.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habibburokhman, mengungkapkan bahwa Gerindra tidak ada masalah jika Kaesang ikut bertarung sebagai calon kepala daerah.

Kaesang lebih memilih berpasangan dengan Anies Baswedan daripada Ridwan Kamil karena elektabilitas Anies Baswedan lebih tinggi.

Belum ada keputusan resmi dari Gerindra mengenai siapa yang akan diusung di Pilkada Jakarta.

Geser👉
Kenali Infeksi Bakteri Misterius STSS yang Menyerang Jepang, Mungkinkah Terjadi di Indonesia?

Infeksi Bakteri Mematikan Melanda Jepang, Apakah Indonesia Terancam?

Infeksi bakteri mematikan bernama Streptococcal Toxic Shock Syndrome (STSS) sedang melanda Jepang. Apakah Indonesia juga terancam?

STSS adalah kondisi medis serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes. Jepang mengalami peningkatan kasus STSS yang signifikan, dengan tingkat kematian sekitar 30 persen.

Beberapa ahli percaya bahwa peningkatan kasus STSS di Jepang terkait dengan pengurangan tindakan pencegahan higienis setelah pandemi COVID-19. Penting untuk tetap waspada dan mengikuti praktik higienis yang baik di Indonesia.

Meskipun belum ada laporan peningkatan kasus STSS yang signifikan di Indonesia, penting untuk memantau perkembangan kasus di negara lain dan bersiap menghadapi kemungkinan kasus yang mungkin muncul. Klik baca selengkapnya untuk informasi lebih lanjut.

Geser👉
KPK Buka Suara Dituding Salah Administrasi saat Sita Barang Staf Sekjen PDIP Kusnadi

KPK Buka Suara Terkait Tudingan Salah Administrasi

KPK membuka suara terkait tudingan kesalahan administrasi saat menyita barang milik staf Sekjen PDIP, Kusnadi.

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, memastikan tidak ada kesalahan administrasi dalam proses penyitaan tersebut.

Kusnadi tidak membawa dokumen tanda terima pernyitaan final setelah menjalani pemeriksaan di KPK.

Kuasa Hukum Kusnadi, Petrus Selestinus, mengatakan bahwa KPK meminta maaf atas kesalahan administrasi dan berjanji agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

Geser👉
Mayat Siswi SMK Ditemukan di Kebun Karet

Mayat Siswi SMK Ditemukan di Kebun Karet

Mayat siswi SMK ditemukan tergeletak di kebun karet, menghebohkan warga setempat.

Korban berinisial UM (16), siswi kelas X SMK, diduga tewas akibat perampokan dan pembunuhan.

Beberapa luka ditemukan di tubuh korban, termasuk luka lebam di dada dan luka di kepala.

Barang bukti seperti uang, kacamata, dan pakaian korban ditemukan di tempat kejadian.

Geser👉
Istana Tak Setuju Survei Kompas Rakyat Puas Kinerja Jokowi Karena Bansos

Survei Kompas: 80% Penerima Bansos Puas dengan Kinerja Jokowi

Survei Kompas menunjukkan 80% penerima bansos puas dengan kinerja Jokowi.

Moeldoko berpendapat bahwa kepuasan publik terhadap Jokowi disebabkan oleh pelayanan publik yang baik.

Rakyat berpendidikan rendah lebih puas dengan pemerintahan Jokowi dibandingkan dengan yang berpendidikan menengah atau tinggi.

Survei juga menunjukkan bahwa keberadaan bansos mendapat apresiasi tinggi, tetapi pemerataan dalam pemberian bansos masih menjadi kendala.

Geser👉
Kebakaran Hutan di Savana Bromo Tengger Semeru Padam Setelah Belasan Jam

Kebakaran Hutan di Savana Bromo Tengger Semeru Padam Setelah Belasan Jam

Titik api muncul sejak Rabu (19/6) sore kemarin. Kebakaran hutan dan lahan di padang savana Bromo Tengger Semeru akhirnya bisa dipadamkan setelah kurang lebih 17 jam lebih.

Api berhasil dipadamkan pada tanggal 20 Juni 2024 sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran terjadi di sekitar Puncak Lempitan, Resort PTN Wilayah Gunung Penanjakan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Meskipun api telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan pada lokasi area terbakar dengan menggunakan jet shooter. Jenis tumbuhan yang terdampak antara lain rumput merakan, alang-alang, akasia, dan cemara gunung.

Pihak Balai Besar TNBTS masih melakukan analisa dan identifikasi terkait areal terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pada 6 September 2023, kawasan tersebut juga pernah terbakar akibat ulah pengunjung yang menggunakan flare atau suar untuk kepentingan pengambilan gambar.

Geser👉
Polisi Bongkar Kasus Pengoplosan Gas 3 Kg di Cilegon, Sehari Bisa Raup Untung Rp13 Juta

Polisi Bongkar Kasus Pengoplosan Gas 3 Kg di Cilegon

Polisi Bongkar Kasus Pengoplosan Gas 3 Kg di Cilegon, Sehari Bisa Raup Untung Rp13 Juta

Polda Banten berhasil membongkar kecurangan penyalahgunaan tabung gas bersubsidi di Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Banten.

Dua pelaku berinisial AS (34) dan AI (38) telah ditetapkan sebagai tersangka. Modus yang digunakan pelaku yakni dengan memindahkan isi tabung gas 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram dan 50 kilogram non subsidi.

Pelaku membeli tabung gas 3 kilogram seharga Rp22.000 pertabung dan menjual kembali dengan harga Rp200 ribu per tabung untuk ukuran 12 kilogram dan Rp750 ribu per tabung untuk ukuran 50 kilogram. Kerugian negara mencapai Rp3 miliar selama delapan bulan beroperasi.

Geser👉
Eks Penyidik KPK Bela Rossa Purbo dalam Penanganan Kasus Harun Masiku

Eks Penyidik KPK Bela Rossa Purbo dalam Penanganan Kasus Harun Masiku

Eks Penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, membela Rossa Purbo dalam penanganan kasus suap Harun Masiku.

Menurut Yudi, tindakan Rossa dalam penggeledahan, pemeriksaan saksi, dan penyitaan sesuai prosedur.

Yudi mempersilakan pihak yang merasa tidak puas dengan penyidikan untuk mengajukan praperadilan atau melapor ke Dewan Pengawas KPK.

Yudi juga meminta agar semua pihak menunggu hasil kerja Satgas Penyidikan KPK yang sedang memburu Harun Masiku.

Geser👉