Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jeni & pembunuhnya kerap hubungan intim di kamar Apartemen Bellezza

Jeni & pembunuhnya kerap hubungan intim di kamar Apartemen Bellezza Rilis penangkapan pembunuh PRT di Apartemen Belleza. ©2016 Merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Polres Jakarta Selatan berhasil mengungkap pembunuh Jeni Nurjanah (25), wanita yang jenazahnya disimpan dalam plastik di kamar 23 A LV 6 Apartemen Bellezza, Permata Hijau, Kebayoran Lama. Pembunuh adalah Ferdianto (23) yang tak lain adalah kekasih korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Eko Hadi mengatakan, keduanya kerap berhubungan intim di dalam salah satu kamar di lantai 23 lantaran kamar tersebut kosong tak berpenghuni. Bahkan, mereka rutin melakukannya selama kurang lebih setahun belakangan.

"Pelaku memang mempunyai akses masuk ke kamar itu, sehingga mereka memanfaatkan kamar kosong itu untuk melakukan hal yang aneh-aneh," kata Eko di Gedung Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (3/7).

Kendati kerap berhubungan intim, menurut Eko, keduanya saling menyembunyikan status pernikahan. Hingga akhirnya rahasia mereka berdua terungkap.

Pelaku alias Pepi mengetahui kalau korban itu sudah bersuami begitupun sebaliknya. Percekcokan akhirnya pecah, terlebih Jeni kerap meledek istri Ferdi yang disebut tak mampu melayaninya dengan baik.

"Akhirnya, Ferdi naik pitam sehingga langsung menghabisi nyawa Jeni dengan cara membekapnya," terang Eko.

Sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan di apartemen Bellezza, Permata Hijau, Jalan Letjen Suprapto, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (29/6) sekitar pukul 17.00 WIB. Diduga perempuan tersebut merupakan korban mutilasi.

"Potongan mayat tubuh seorang perempuan yang dibungkus plastik warna hitam dangordyn warna krem ditemukan di depan wastafel di dalam kamar mandi unit Apartemen Bellezza lantai 23A LV 6," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono dalam keterangannya, Rabu (29/6) malam.

Dia menceritakan, penemuan tersebut pertama kali oleh pembantu unit apartemen tersebut bernama Isroji. Saat itu Isroji diperintahkan oleh pegawai pemilik unit apartemen bernama Yuli untuk bersih-bersih di apartemen tersebut.

Ketika saksi membuka pintu unit tersebut langsung tercium bau busuk, dan langsung mencari asal bau itu. Ternyata bau busuk tersebut berasal dari kamar mandi yang di dalamnya ditemukan mayat.

"Diduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan," ucapnya.

Dari keterangan saksi, apartemen milik Yulius Sakur tersebut sudah lama tidak ditinggali. Pada awal bulan Mei 2016 saksi juga datang ke apartemen tersebut untuk melakukan bersih-bersih namun tidak terjadi apa-apa.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP