Jenderal Tito sebut Widodo Budidarmo pejuang yang gigih
Merdeka.com - Kepergian Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Pol Widodo Budidarmo menyisakan banyak kenangan mendalam bagi Kepolisian RI. Sebab hanya di era kepemimpinannya Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap, atau dikenal Samsat, berdiri.
Saat memberikan sambutannya dalam upacara pemakaman dan penghormatan terakhir, Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan Widodo telah banyak melakukan terobosan yang terus diwariskan hingga kini. Salah satunya Samsat untuk mengurus surat-surat kendaraan.
"Beliau dari 74-78 (masa kepemimpinan Jenderal Widodo). Secara internal banyak beri terobosan. Ada Samsat, sistem administrasi satu atap untuk lalu lintas," ungkapnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5).
Lebih jauh, Tito mengakui terobosan itu membantu warga, sehingga tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengurus hal-hal yang berkaitan dengan lalu lintas.
"Yang dulunya terpisah-pisah. Masyarakat harus datang ke polisi sendiri, cap sendiri, setelah itu masuk ke pajak sendiri. Beliau membuat ide tentang one group system, atau sistem satu atap. Itu yang berlaku sampai hari ini," katanya.
Selain mencetuskan ide untuk membentuk Samsat, Widodo merupakan Kapolri yang gigih melawan peredaran narkotika, yang menurut Tito, mulai merebak pada masa kepemimpinan Almarhum.
"Beliau juga gigih memperjuangkan Undang-Undang narkotika, karena di saat itu narkotika sudah mulai merebak," tutupnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya