Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang PON XX Papua, Kasatgas Covid Minta Prokes Diperketat

Jelang PON XX Papua, Kasatgas Covid Minta Prokes Diperketat Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito. ©2021 Merdeka.com/Dok. Satgas Covid-19

Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito meminta penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua mematuhi protokol kesehatan. Dia juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Saya minta seluruh masyarakat untuk selalu taat dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan," kata Ganip saat menghadiri rapat bertajuk Perkembangan Pelaksanaan Vaksin di Daerah Venue PON XX di Ballroom Swissbel Hotel, Kota Jayapura, Rabu (29/9).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini juga mendorong pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Papua dipercepat. Data Kementerian Kesehatan Selasa (28/9), vaksinasi pada empat kabupaten di Papua sudah lebih dari 50 persen untuk dosis pertama.

Rinciannya, vaksinasi dosis pertama di Jayapura mencapai 58 persen, dosis kedua 36 persen. Kemudian Kota Jayapura mencatat vaksinasi dosis pertama sebesar 65 persen, dosis kedua 39 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Mimiki telah melakukan vaksinasi dosis pertama sebanyak 61 persen, dosis kedua 42 persen. Kabupaten Merauke mencatat vaksinasi dosis pertama 70 persen, dosis kedua 44 persen.

Menurut BNPB, Papua sudah memenuhi syarat Inmendagri No.44/2021 mengenai penyelenggaraan kegiatan besar. Syarat yang sudah dipenuhi di antaranya vaksinasi sudah mencapai angka minimal 50 persen di empat kabupaten dan kota tempat venue perlombaan berlangsung.

Sebelumnya, Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dampak perhelatan PON XX di Papua. Meskipun PON XX menerapkan protokol kesehatan, risiko penularan Covid-19 masih ada karena interaksi manusia.

"Ini harus menjadi antisipasi kita kalau kemudian terjadi peningkatan kasus karena pertukaran transmisi pada pertemuan banyak orang pada satu waktu," kata Ketua Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane dalam diskusi virtual, Selasa (28/9).

Menurut Masdalina, pemerintah perlu belajar dari Olimpiade Tokyo 2020 dan Piala Eropa 2020. Kedua ajang olahraga itu memicu peningkatan kasus Covid-19.

"Cukup ada peningkatan sedikit dari kegiatan-kegiatan itu. Apalagi saat ini kita sudah mulai akan membuka kegiatan internasional maupun lokal, itu harus jadi perhatian," ujarnya.

PON XX akan berlangsung pada 2 hingga 15 Oktober 2021 mendatang. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah mengirimkan 3 juta masker, 3.000 swab, 4 unil alat PCR dan hand sanitizer untuk mendukung pelaksanaan PON XX.

Selain mengirimkan masker, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga membuka gerai masker di setiap vanue PON XX, mengaktifkan posko Covid-19 dan menerjunkan duta perubahan perilaku ke seluruh kabupaten dan kota yang ada di Papua.

"Kami juga sudah mencoba mensosialisasikan (protokol kesehatan) dengan masyarakat sekitar vanue," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP