Jalan depan rumah ditutup tembok tetangga, Eko sempat lempar surat ke Jokowi
Merdeka.com - Sudah segala cara dilakukan Eko Purnomo (37), pemilik rumah yang akses jalan ditembok tetangganya. Mulai dari meminta bantuan Kepala Daerah di Kota Bandung hingga Presiden. Itu dilakukan setelah upaya melalui birokrasi tidak membuahkan hasil.
Itu disampaikannya saat ditemui di rumah kontrakannya daerah Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung, Selasa (11/9).
Langkah pertama Eko adalah menemui Oded M Danial yang pada 2017 menjabat Wakil Walikota Bandung. Dia menemui Oded saat mengadakan acara di Ujung Berung. Usai acara, dia menghampiri Oded dan memberikan secarik kertas berisi permintaan dan penjelasan mengenai rumahnya yang terisolasi. Termasuk keterangan kepemilikan rumahnya.
"Saya datangi pak Oded. Saya salam dan memberikan surat. Saya beritahu, mohon dibaca, mudah-mudahan pak Oded jadi wakil rakyat yang baik," katanya.
Oded membuka surat itu. Namun, tak lama dia menyerahkan kepada ajudan. "Saya lihat dari ajudan itu surat saya dibuang. Kesal lah. Tapi saya harus gimana," ujarnya.
Di tahun yang sama, dia mengetahui ada acara karnaval kebudayaan di Kota Bandung. Acara itu dihadiri Presiden Joko Widodo. Di acara tersebut, Jokowi ditemani Ridwan Kamil saat masih menjadi Wali Kota Bandung. Jokowi dan Ridwan Kamil melintas dalam karnaval menggunakan mobil terbuka. Di kesempatan itu, dia nekat melempar surat ke arah Jokowi.
"Isi suratnya kurang lebih sama dengan surat untuk pak Oded. Hanya ditambahkan bahwa apa yang dialami saya ini bertolak belakang dengan program Pak Jokowi bagi-bagi sertifikat. Saya punya sertifikat resmi, tapi rumah saya terisolasi," ujarnya.
"Pak Jokowi sempat menoleh. Tapi ada paspampres yang lihat. Saya sempat dikejar. Tapi untung bisa lolos. Saya tahu saya salah, tapi saya terpaksa," sambungnya.
Jauh sebelum keinginan bertemu Jokowi, Eko sudah pernah menyampaikan keluhannya ke RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Dinas Tata Ruang, anggota dewan, partai politik, Wali Kota bahkan hingga ke Gubernur.
"Banyak perjuangan saya selama tiga tahun untuk hal ini, tapi hasilnya nol. Ya namanya juga mencari keadilan," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya