Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jaga netralitas, MUI Jateng lakukan khotbah serentak di 35 ribu masjid

Jaga netralitas, MUI Jateng lakukan khotbah serentak di 35 ribu masjid Ilustrasi masjid. ©2018 Merdeka.com/ER Chania

Merdeka.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Achmad Darodji meminta agar semua pihak menjaga netralitas dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. MUI, dia menambahkan, tidak boleh membicarakan calon kepala daerah agar tidak menimbulkan konflik.

"MUI tidak kemana-mana, dia netral, masuk bilik boleh berbeda pilihan, monggo saja. Tetapi jangan lupa, perbedaan itu hanya satu menit, ya di bilik itu saja," ujar Darodji, disela pelantikan dan pengukuhan pengurus MUI Kota Solo periode 2017-2022 di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Kamis (8/2).

Darodji menegaskan, MUI harus menjadi perekat dan tak boleh saling berkonflik. Menurutnya, ada dua hal yang paling dikhawatirkan Nabi Muhammad SAW, yaitu kemiskinan dan perpecahan umat. Jika umat Muhammad sudah saling ujaran kebencian dan provokasi akan terjadi perpecahan.

"Kalau sudah saling provokasi dan saling hasut, pasti akan saling terpecah belah," tegasnya.

Lebih lanjut Darodji mengatakan, untuk menangkal isu sara dan fitnah kampanye hitam, pihaknya berencana melakukan khotbah serentak di 35 ribu masjid. Khotbah itu untuk memberikan pemahaman agar masyarakat tidak mudah tersulut provokasi utamanya dari media sosial.

"Dalam waktu dekat khotbah itu akan kami laksanakan. Ini sudah kita bicarakan dengan seluruh MUI di 35 kabupaten/kota," tandasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Solo Subari meminta masyarakat agar tak menggunakan masjid dan musala untuk kampanye. Hal ini menyusul potensi kerawanan penggunaan tempat ibadah sebagai alat kampanye dalam pesta demokrasi Pilgub Jateng.

"Kami mempunyai tanggung jawab besar pada tahun politik ini," ucapnya.

Subari menyampaikan, tahun politik ini menjadi agenda kerja jajaran kepengurusan MUI baru untuk andil memberikan payung penyejuk dan penyeimbang bagi masyarakat. Salah satunya dengan ikut berpartisipasi menjaga kondusifitas selama gelaran Pilgub Jateng hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Tahun politik ini memang menjadi agenda kerja MUI. Salah satunya dengan upaya pencegahan tempat ibadah agar tak digunakan untuk kegiatan politik praktis. Yakni dengan mengimbau masyarakat," papar dia.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP