'Jadikan Satu Irisan Perbedaan Pendapat Menjadi Satu Persamaan'

Selasa, 10 Agustus 2021 20:16 Reporter : Didi Syafirdi
'Jadikan Satu Irisan Perbedaan Pendapat Menjadi Satu Persamaan' Warna-warni mural di Kampung Pancasila. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Perbedaan harus disikapi secara bijak. Jangan sampai keberagaman justru menjadi pemicu gesekan yang berdampak pada persatuan. Terlebih di tengah kondisi bangsa tengah berjuang lepas dari pandemi Covid-19.

"Setiap manusia memiliki daya pikir dan pendapat berbeda. Harus disikapi bagaimana menjadikan satu irisan perbedaan pendapat ini menjadi satu persamaan pendapat," ujar anggota Gugus Tugas Pemuka Lintas Agama BNPT, Mahmudi Affan Rangkuti dalam keterangannya, Selasa (10/8).

Menurutnya, Tahun Baru Islam harus menjadi momentum untuk semangat peradaban dengan persaudaraan dalam menghadapi problematika bangsa. Di mana seluruh komponen anak bangsa bersama-sama berkomitmen mencapai tujuan sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Sudah dijelaskan tujuan bernegara itu yang pertama adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," tutur Ketua Pengurus Besar Al-Washliyah (PBAW) itu.

Kedua adalah membangun kesejahteraan umum, selanjutnya mencerdaskan kehidupan bangsa. Lalu, keempat ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Lebih lanjut, Affan juga menyampaikan bahwa para pejuang dan para pendiri bangsa berasal dari berbagai suku, agama, ras dan kelompok atau golongan berbeda-beda. Menurutnya, inilah yang perlu digencarkan kepada generasi penerus.

"Bahwa tidak ada sebenarnya problematika yang harus kita usung sebagai satu persoalan, apalagi dengan meng-cover perbedaan-perbedaan antar-SARA," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah juga bisa berperan membangun suatu paradigma kembali kepada yang baik sesuai dengan UUD 1945. Selain itu, Dia juga menyampaikan bahwa warga negara untuk keluar dari ancaman virus politik identitas, virus memecah belah persatuan dengan edukasi yang terstruktur, sistematis dan masif.

"Ini memang harus digiatkan kembali. Jadi jangan sampai pola-pola edukasi ini hanya sebatas sebagai proses pendukung," tandasnya. [did]

Baca juga:
Jokowi Minta ASN Hingga Pegawai BUMN Punya Semboyan Sama Sesuai Pancasila
Bawa Bendera Merah Putih, Pria Ini 4 Tahun Nekat Jalan Kaki Keliling Indonesia
Lantik Perwira TNI-Polri, Jokowi Minta Jaga Pancasila dari Gempuran Ideologi Luar
PDIP Ingin Tampilkan Praktik Rakyat Jalankan Pancasila di Desa
Era Globalisasi, Indonesia Butuh Benteng Penangkal Ideologi selain Pancasila

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pancasila
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini