Jadi Kota Penyangga Ibu Kota, Bandara APT Pranoto Samarinda akan Dikembangkan

Jumat, 30 Agustus 2019 21:39 Reporter : Saud Rosadi
Jadi Kota Penyangga Ibu Kota, Bandara APT Pranoto Samarinda akan Dikembangkan Bandara APT Pranoto di Samarinda. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan sebagian kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan kabupaten Kutai Kartanegara, di Kalimantan Timur, jadi ibu kota negara (IKN). Pemerintah tidak akan membangun bandara baru sebagai penunjang IKN, dan memilih mengembangkan 2 bandara di Balikpapan dan Samarinda.

Dua bandara representatif, yakni Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) di Balikpapan yang dikelola Angkasa Pura I, dan Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda, jadi daya tarik di kota penyangga IKN.

Pascapengumuman Kalimantan Timur jadi IKN oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (26/8) lalu, Kementerian Perhubungan kabarnya berencana melakukan pembenahan di Bandara APT Pranoto. Di antaranya, melakukan perubahan masterplan.

Secara teknis, bandara yang berdiri di atas lahan seluas 13 hektare itu, sementara ini didesain hanya punya memiliki panjang runway 2.250 meter dan lebar 45 meter, dan apron berukuran panjang 173 meter dan lebar 23 meter. Adapun hanggar, punya luasan 36.342 meter persegi. Bandara itu, masih punya areal luas untuk dikembangkan lebih maksimal. Semisal untuk perpanjangan runway, perluasan apron, hingga perluasan terminal.

"Setiap harinya, tercatat sudah ada 46 pergerakan pesawat take off maupun landing," kata Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi.

Dodi menjelaskan, pertumbuhan penumpang sejak diresmikan 24 Mei 2018 lalu, mencapai rata-rata 10,4 persen tiap bulannya. Di bulan Juli 2019 misalnya, tercatat ada 661.426 penumpang yang datang dan berangkat. "Dan, ada 6.544 pergerakan pesawat," ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, Kemenhub menyelesaikan pemasangan AFL (Air Field Lighting) seperti lampu runway, yang ditarget rampung Desember 2019. Sumber dananya berasal dari dana optimalisasi Kemenhub, Rp 12 miliar untuk pengadaan AFL seperti lampu runway dan lampu taxiway, dan Rp 2,48 miliar untuk pengadaan Flood Light, atau rambu penerangan untuk apron.

"InsyaAllah September, sudah mulai pengerjaannya, di bandara yang punya catatan rata-rata kepadatan penumpang 3.900 orang tiap harinya ini," terang Dodi. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini