Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi korban penyerangan, 10 pegawai Kemendagri dilarikan RSPAD Gatot Subroto

Jadi korban penyerangan, 10 pegawai Kemendagri dilarikan RSPAD Gatot Subroto Korban penyerangan di Kemendagri. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Barisan Merah Putih Papua melakukan aksi anarkis dan perusakan terhadap Kantor Kementerian Dalam Negeri. Akibat aksi tersebut, beberapa pegawai Kementerian Dalam Negeri mengalami luka dan dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Ibu Menteri Dalam Negeri Erni Guntarti mengunjungi para korban. Dari sepuluh korban luka-luka, Bu Erni mengunjungi satu persatu.Dari sepuluh korban tersebut, terdapat tiga korban luka berat.

"Beruntung tidak ada korban jiwa," katanya saat mengunjungi salah satu korban di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Dalam aksi penyerangan, masa begitu beringas menyerang petugas pengamanan dalam (Pamdal). Bahkan, masa tersebut hingga menyerang para pegawai Kemendagri sehabis melaksanakan salat Ashar di masjid.

"Saya habis salat, dilempar batu. Lalu saya di pukul batu pakai plang besi," kata Andiono salah satu petugas pegawai Kemendagri.

Andiono mengalami luka berat hingga 15 jahitan di kepala. Saat ini, para pelaku penyerangan telah diamankan oleh pihak kepolisian. Kerusuhan yang dilakukan sejumlah massa dari perwakilan Kabupaten Tolikara dikarenakan tak terima putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka mengklaim sebagai pendukung dari pasangan calon Tabo-Barnabas Weya yang kalah dalam Pilkada Tolikara, dan ditolak uji materinya di MK.

"Ada 15 orang sudah diamankan di Polres Jakarta Pusat," tutup Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Arief M Eddie.

Adapun korban dari aksi massa tersebut adalah, Sigit Saputra, Ahmad Basri, Deni Ikbalia, Bambang Armando, Rahmat Hidayat, Tandiono, Fajar Sugeng, Beni Sumitra dan Sukirman. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP