Iptu Umbaran Wibowo Buka Suara, 14 Tahun Berprofesi Wartawan Dilantik Jadi Kapolsek
Merdeka.com - Nama Umbaran Wibowo masuk dalam jajaran pejabat utama dan kapolsek yang melakukan serah terima jabatan di Polres Blora, Senin (12/12). Umbaran yang berpangkat Iptu dilantik menjadi Kapolsek Kradenan.
Umbaran dikenal sebagai kontributor TVRI, ternyata selama ini dia menjalani tugas intelijen dari atasannya. Umbaran mengaku sudah melepaskan profesinya sebagai seorang jurnalis.
"Mutasi itu wajar untuk penyegaran dan mendongkrak kinerja anggota. Terkait saya dulu pernah aktif di jurnalistik, itu adalah bagian dari pelaksanaan tugas dan perintah pimpinan," ucap Umbaran Wibowo. Dikutip dari situs NTMC Polri.
Iptu Umbaran Wibowo yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Kradenan dan 'nyambi' jadi wartawan, kini menjabat Kapolsek Kradenan menggantikan AKP Lilik Eko Sukaryono.
Seperti diketahui, rekam jejak penyamaran Iptu Umbaran kini mulai diketahui publik. Bukan hanya sebagai wartawan, pria ini juga sempat menjajal beragam profesi.
Pada September 2022. Umbaran sempat diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta sebagai narasumber dari penggemar pohon Bonsai
Hal itu terkuak saat Umbaran hadir dalam kontes Bonsai yang di wilayah Blora.
Dalam jabatan tertulis, Umbaran disebut sebagai Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Blora.
Bahkan dalam acara kontes itu, juga dihadiri ratusan bonsai kelas regional dengan harga ratusan juta.
Tiga tahun sebelumnya, Umbaran ternyata dikenal sangat aktif dalam ikut berbagai kegiatan meski dalam mode penyamaran. Termasuk hingga tingkat desa.
Nama Iptu Umbaran bahwa tercatat pernah menjadi Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Blora. Hal itu terjadi sekitar tahun 2019.
Kala itu, terdapat lima calon memperebutkan kursi Kepala Desa Tutup. Umbaran menjadi ketua dalam perhelatan pesta demokrasi di desa tersebut.
Umbaran Wibowo pada 2019, juga tercatat sebagai salah satu peserta tes perekrutan Panitia Pengawasan Pemilihan Kecamatan (Panwascam) dari Kecamatan Tunjungan. Tes tersebut digelar Bawaslu Blora.
Saat itu, Umbaran keras mengkritik model perekrutan digelar Bawaslu Blora. Berkali-kali mengikuti tes seleksi, Umbaran mengaku selalu gagal.
Tidak terima dengan hal itu, Umbaran berharap pihak berwajib ikut mau membongkar ketidaktransparanan dan permainan yang dilakukan lembaga tersebut.
"Saya menganggapnya Bawaslu melakukan malaadministrasi saat proses perekrutan Panwascam," kata Umbaran kepada Liputan6.com, Minggu (22/12/2019).
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya