Investor Asal UAE Belum Merespons MoU Pembangunan Lokasi Wisata di Aceh Singkil
Merdeka.com - Rencana pembangunan lokasi wisata kelas dunia di Kabupaten Aceh Singkil dikabarkan mengalami penundaan. Hal ini menyusul batalnya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) investasi di Pulau Banyak, Aceh Singkil, antara CEO Murban Energy, Mohamed Thani dengan Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Seharusnya jadwal yang ditentukan tanggal 2 November 2021.
Sebelumnya, rencana pembangunan ini sempat digembar-gemborkan. Terlebih melibatkan investor asal Uni Emirat Arab (UAE).
"Pihak Duta Besar Indonesia belum mendapatkan respons kepastian dari pihak Murban Energy terkait jadwal tentatif penandatanganan, yang telah disiapkan pada 2 November 2021 tersebut," kata juru bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Minggu (7/11).
Dia menjelaskan, awalnya agenda penandatanganan MoU sudah dijadwalkan secara bersama oleh Duta Besar Indonesia di Abu Dhabi, dan menjadi salah satu agenda dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di World Expo 2020 Dubai.
Bahkan, pada 28 September 2021 Duta Besar RI di Abu Dhabi, mengundang Gubernur Aceh bersama tim secara resmi untuk ikut serta bersama rombongan Presiden Jokowi ke Abu Dhabi dan Dubai mulai 1-5 November 2021. Namun penandatanganan batal.
Muhammad menyebut, pergeseran waktu dalam mewujudkan MoU suatu investasi berskala besar merupakan sesuatu yang wajar.
Pemerintah Aceh, katanya, sangat menghormati kebijakan penundaan penandatanganan MoU investasi di Pulau Banyak Aceh oleh Murban Energy tersebut.
"Mungkin pihak perusahaan asal UAE itu masih membutuhkan waktu tambahan untuk mengkaji dan menganalisis dalam persiapan mewujudkan cita-cita rencana investasi di Indonesia, dalam hal ini di Pulau Banyak, Aceh Singkil itu," ujarnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya