Intelektual NU: Tak ada dalil baca Alquran wajib berlanggam Arab

Selasa, 19 Mei 2015 11:11 Reporter : Efendi Ari Wibowo
Intelektual NU: Tak ada dalil baca Alquran wajib berlanggam Arab Baca Alquran dengan langgam Jawa. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (NU) Amerika, Akhmad Sahal memprotes pendapat yang melarang membaca Alquran dengan langgam atau irama Jawa. Menurutnya, cara membaca tersebut tidak boleh dituding sebagai perbuatan tak menghargai Alquran.

"Saya ingin menanggapi keberatan @syarifbaraja terhadap pembacaan Alquran langgam Jawa. Enggak setuju Alquran dengan langgam non-Arab itu sah-sah aja. Tapi @syarifbaraja memvonis langgam tersebut sebagai tak menghargai Alquran. Di situ soalnya," tulis Akhmad Sahal dalam akun twitternya @sahaL_AS, Minggu (17/5).

Menurutnya, hukum membaca Alquran harus sesuai dengan tajwid dan tak mengubah makna. Namun, tidak ada dalil yang mewajibkan harus dibaca dengan langgam Arab.

"Baca Alquran harus tartil, kata Alquran: bener tajwidnya dan tak mengubah makna. Langgamnya seperti apa, tak diatur Alquran. Membaca Alquran adalah ibadah, tapi tak ada dalil yang mewajibkannya harus dibaca dengan langgam Arab dan yang haramkan non-Arab. @syarifbaraja," terang dia.

"Langgam pembacaan Alquran adalah ranah budaya, bukan ibadah murni. Dalam ranah tersebut, selama tak dalil yang haramkan berarti boleh. Tujuan baca Alquran kan untuk meresapinya dan memahami maknanya. Kalau langgam non-Arab bisa dipakai sarana untuk itu, apa salahnya? Keknya @syarifbaraja alergi dengan budaya non-Arab. Padahal Alquran sendiri tak alergi dengan bahasa non-Arab," tambah dia.

Lanjut dia, Alquran juga memkakai sejumlah kata yang bahasanya dari luar Arab. kata-kata itu diserap ke dalam bahasa Arab, sehingga anggapan membaca Alquran dengan langgam Jawa salah itu tidak benar.

"Dalam Alquran kita bisa temukan sejumlah kata yang asalnya non-Arab, kek sijjil, misykah, qistas dll. Kata-kata non-Arab tersebut diserap dan jadi bagian dari bahasa Arab (tasyarrub). Itu bukti bahwa Alquran tak alergi dengan yang non-Arab. Kalau kata-kata yang asalnya dari non-Arab saja ada di Alquran, apa dasarnya anggapan @syarifbaraja langgam bacaan non-Arab tak hormati Alquran?" ujar dia. [efd] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini