Ini skenario Gatot bunuh Holly yang gagal total
Merdeka.com - Pembunuhan terhadap Holly Angela Hayu Winanti (37) sudah direncanakan secara matang. Selama satu bulan sejak menerima order dari Gatot Supiartono, lima pelaku langsung memantau gerak-gerak Holly.
Untuk memuluskan pembunuhan berencana ini, pelaku menyewa kamar di Apartemen Kalibata City, tempat Holly tinggal. Layaknya pembunuh profesional mereka sudah membagi-bagi tugas sebelum melakukan eksekusi.
Rencana ini sepertinya bakal berjalan lancar. Skenario setelah menghabisi Holly juga sudah dimatangkan. Tubuh istri siri Gatot itu akan dimasukan ke tempat gitar, lalu dibuang ke laut.
Sesuai rencana, dua eksekutor El Riski dan Ruski sudah menunggu Holly di dalam kamar. Tanpa buang waktu keduanya langsung beraksi saat Holly menunjukan batang hidungnya. Saat dihabisi Holly sedang menelepon ibu angkatnya.
Ternyata telepon ini menjadi petaka. Pihak keamanan dihubungi oleh ibu angkat, dan langsung bergerak ke kamar Holly. Karena panik, eksekutor berusaha kabur lewat balkon. Namun nahas El Riski tewas terjatuh.
Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku Abdul Latif dan Surya Hakim. Dari penuturan Surya diketahui jika otak pembunuhan itu adalah Gatot. Para pelaku pun dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.
Seperti kata pepatah, 'Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga'. Sedikit jejak yang ditinggalkan akhirnya dapat diungkap oleh polisi.
Berikut beberapa petunjuk bagi polisi dalam membongkar pembunuhan ini:
Pembunuh Holly penjahat amatiran
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHolly Angela Hayu dibunuh oleh lima pelaku yakni El Riski (tewas), Surya Hakim, Abdul Latif, Ruski (buron) dan Pago (buron). Mesti cara kerja mereka hampir rapi, ternyata kelimanya merupakan penjahat amatiran."Pelaku R dan PG yang masih buron pelaku pencurian dengan kekerasan. Sedangkan tiga lainnya amatiran tidak ada yang pembunuh bayaran profesional," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di kantornya, Rabu (16/10).Rikwanto menambahkan dari kelima pelaku yang saling kenal adalah Surya Hakim dengan Pago. "Yang lainnya saling tidak kenal," katanya.
Holly sedang menelepon ibu asuh dan teriak
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDua eksekutor pembunuh Holly, R (buron) dan El Riski (tewas terjatuh) sudah masuk ke dalam kamar dengan menduplikat kunci kamar Holly. Kunci itu didapat koordinator pembunuhan Surya dari Gatot, suami siri Holly."Pelaku R dan ER sudah menunggu di kamar korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto.Kemudian pada praktiknya, rencana yang mereka susun rapi berubah menjadi berantakan lantaran saat masuk ke kamar Holly sedang menelepon ibu asuhnya. "Sehingga setelah masuk dan dibekap, korban berteriak dan terdengar ibu asuhnya," terang Rikwanto.
Eksekutor labil saat rencanakan pembunuhan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPelaku pembunuhan berencana terhadap Holly Angela Hayu rupanya menyiapkan beberapa cara keji untuk menghabisi nyawa wanita kelahiran Magelang tersebut. Santet, sempat jadi alternatif rencana mereka."Mereka sudah merencanakan untuk membunuh Holly seperti bagaimana kalau disantet atau dirampok sampai mati," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Slamet Riyanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/10).Namun, kedua rencana tersebut gugur setelah para pelaku lebih memilih untuk membekap kemudian membius dan mencekik Holly hingga tewas di kamar apartemennya.
"Cara sudah dibicarakan yakni dengan membekap, membius dan mencekik hingga tewas. Kemudian mayatnya dimasukkan ke dalam peti dan dibuang ke laut yang katanya ada di sekitaran pantai Banten," papar Riyanto.
Dua eksekutor panik
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPanik, dua pelaku pun berusaha melarikan diri dengan merayap melalui balkon kamar. Sayang, pelaku El Riski terpeleset dan terjatuh. Sedangkan, pelaku Ruski berhasil masuk ke salah satu kamar di lantai 8 dengan menjebol kaca jendela."Pelaku R sempat mendekam di kamar di lantai 8 itu sampai keesokan harinya tepatnya sore hari," terang Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Slamet Riyanto.Setelah dirasa kondisi aman, Ruski dijemput oleh pelaku lainnya. "R mendekam sampai besok sorenya," katanya.
Datang bantuan dari kawan Holly dan satpam
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSaat masuk ke dalam kamar, ponsel Holly masih tersambung dengan ibu angkatnya. Mendengar keributan dan teriakan Holly, ibu angkatnya itu kemudian menghubungi beberapa teman Holly untuk menolong perempuan nahas itu.Tak berapa lama kemudian, teman-teman Holly bersama beberapa petugas keamanan apartemen dan tetangga Holly mendatangi kamarnya. Panik karena gedoran yang ada di pintu kamar Holly, El Riski dan Ruski kemudian melarikan diri melalui balkon menggunakan handuk untuk melompat ke lantai 8."Saat itu, R berhasil meloloskan diri ke kamar di bawah kamar Holly, sedangkan El Riski terjatuh saat mencoba melarikan diri hingga akhirnya ditemukan tewas," tutur Rikwanto.Dalam kasus tersebut, polisi telah berhasil menangkap Surya Hakim dan Abdul Latif di tempat yang berbeda, sedangkan Pago dan Ruski saat ini masih buron.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya