Ini profil 9 menteri baru di Kabinet Kerja Presiden Jokowi (1)

Rabu, 27 Juli 2016 11:56 Reporter : Yulistyo Pratomo
Ini profil 9 menteri baru di Kabinet Kerja Presiden Jokowi (1) Jokowi umumkan reshuffle Kabinet Kerja. ©2016 Merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo akhirnya resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle di Kabinet Kerja. Di samping melakukan pergeseran, Jokowi juga melakukan penyegaran dengan mengganti sebagian pembantunya dengan nama-nama baru.

Menteri lama yang terkena pergeseran antara lain Luhut Binsar Pandjaitan yang akan menempati jabatan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, kemudian Bambang Brodjonegoro ditunjuk sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Selanjutnya, Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional. Terakhir, Thomas Trikasih Lembong diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Selain mereka, berikut sembilan nama baru yang akan menempati posisi di Kabinet Kerja:

1 dari 3 halaman

Wiranto

Wiranto Hanura. ©2012 Merdeka.com

Jenderal (Purn) Wiranto terpilih menjadi Menteri Koordinator Hukum Politik dan Keamanan menggantikan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan. Jabatan ini bukan yang pertama kali, Wiranto pernah menjabat Menko Polhukam di era Presiden Gus Dur.

Wiranto pernah menjabat Panglima TNI (saat itu masih bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ABRI) dan Menteri Pertahanan di akhir masa Presiden Soeharto. Dia memimpin tentara di saat paling genting era reformasi 1998.

Wiranto kemudian mencoba jalur politik. Dia memimpin Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Di Pilpres 2004, Wiranto maju bersama KH Salahuddin Wahid, tokoh Nadhlatul Ulama (NU). Namun pasangan ini hanya 'finish' di posisi ketiga dengan 22,15 persen suara, dan gagal masuk ke putaran kedua.

Tahun 2009, Wiranto maju menjadi Cawapres untuk Jusuf Kalla. Namun dikalahkan pasangan SBY-Boediono.

Tahun 2014, Wiranto dan Hary Tanoe mencoba maju. Namun tak kesampaian.

2 dari 3 halaman

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani. ©AFP PHOTO/KAZUHIRO Nogi

Sempat menjabat sebagai Direktur Pelaksana World Bank, Sri Mulyani akhirnya memenuhi panggilan ibu pertiwi untuk kembali ke Indonesia. Untuk kedua kalinya, dia dipercaya menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Kerja. Posisi tersebut sebelumnya diisi oleh Bambang Brodjonegoro.

Sebelumnya, Sri Mulyani pernah menduduki jabatan yang sama di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, mencuatnya kasus Bank Century membuat namanya ikut terseret, dia pun memilih mengundurkan diri dari jabatannya pada 20 Mei 2010 lalu.

Saat mulai menjabat pertama kali, Sri Mulyani dianggap sukses memperkuat kondisi ekonomi yang saat itu masih dirudung krisis keuangan. Di antaranya dengan meningkatkan investasi dan menjadikan Indonesia kawasan ekonomi terbesar di Asia Tenggara sepanjang 2007 sampai 2010.

Sri Mulyani juga pernah tercantum sebagai wanita berpengaruh ke-38 versi majalah Forbes pada 2014 lalu.

Sri Mulyani tak lama menganggur, dia langsung ditunjuk sebagai salah satu dari tiga Direktur Pelaksana World Bank Group menggantikan Juan Jose Daboub. Sejak kemundurannya, pengamat ekonomi dunia melihat kondisi ekonomi Indonesia malah memburuk, di mana bursa saham jatuh dengan angka 3,8 persen, dan nilai tukar rupiah melemah 1 persen.

3 dari 3 halaman

Eko Putro Sanjoyo

Eko Putro Sanjoyo. ©youtube.com

Keberadaan Eko membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak kehilangan kursi di Kabinet Kerja. Dia akan menggantikan posisi rekannya Marwan Jafar sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Desa, dan Transmigrasi.

Sebelum terjun ke dunia politik, Eko sudah lama berkecimpung di dunia bisnis. Dia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Sierad Produce sejak 23 September 2009 dan Presiden Direktur PT Humpuss.

Selain itu, dia juga menduduki jabatan sebagai Komisaris Independen di PT Central Proteina Prima.

Sebelum menjadi menteri, namanya juga pernah termasuk dalam Tim Transisi bentukan Jokowi. Saat itu, tugasnya adalah meneliti jabatan kabinet selama proses peralihan jabatan dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Jokowi.

  [tyo]

Baca juga:
Menko PMK Puan Maharani lagi-lagi aman dari reshuffle
Agung Laksono sebut Airlangga dipilih kalangan junior Golkar
Resmi, ini hasil lengkap reshuffle jilid II Kabinet Jokowi
Ini alasan Jokowi reshuffle kabinet kerja
Presiden Jokowi umumkan reshuffle di halaman Istana Negara

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini