Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imbauan Polisi Tak Digubris, Warga Masih Penuhi Alun-alun Kota Jember

Imbauan Polisi Tak Digubris, Warga Masih Penuhi Alun-alun Kota Jember Polisi di Jember Keliling Himbau Warga Tidak Berkerumun di Luar Rumah. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Meski sudah beberapa hari seruan berdiam di rumah digaungkan pemerintah, nyatanya masih banyak warga yang 'bandel'. Hal itu tampak dalam kegiatan patroli yang dilakukan polisi di pelbagai titik keramaian yang ada di Jember, Jawa Timur.

"Kita selama beberapa hari ke depan, akan terus melakukan patroli ke titik-titik keramaian. Memang untuk polisi, kita masih tetap harus bertugas," ujar AKP Yuliati Suviana, Kasat Binmas Polres Jember, Minggu (22/3).

Dalam kegiatan patroli keliling Sabtu (21/03) malam, polisi menjumpai masih banyak warga Jember yang menikmati suasana malam minggu di pusat keramaian seperti hari-hari biasanya. Salah satunya adalah di Alun-Alun kota, yang memang menjadi destinasi favorit masyarakat untuk bersantai di akhir pekan.

"Kita kerahkan sekitar 75 personel, yang tersebar di beberapa titik, salah satunya di Alun-Alun. Sifatnya memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada. Karena Corona sudah masuk di Jawa Timur, sehingga Polres Jember mengajak masyarakat untuk apa yang menjadi kebijakan pemerintah kita dukung," ujar polwan berjilbab ini.

Yuliati menambahkan, Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz sudah mengeluarkan maklumat terkait pandemik wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Yakni meminta masyarakat tidak mengadakan kegiatan dalam bentuk keramaian, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

"Ini kan juga demi diri sendiri dan juga keluarga. Masak kita mau negara kita seperti Italia yang semula menyepelekan hingga akhirnya merebak parah dan berujung Lockdown," jelas Yuliati.

Selain patroli dari polres, seluruh jajaran polsek yang ada di Jember juga turun ke beberapa titik keramaian di wilayah masing-masing. Mereka memberikan imbauan agar warga tidak berkerumun di tempat publik.

"Seperti kafe, tadi malam juga kita datangi. Beberapa tempat berkumpul komunitas tertentu, juga kita datangi untuk diberi imbauan. Selain itu, sementara ini demo juga tidak diperbolehkan," papar mantan Kapolsek Pakusari ini.

Dengan kerjasama semua pihak, polisi berharap tidak ada warga yang terinfeksi virus Corona di Jember. Kepolisian sendiri, sejauh ini lebih mengedepankan upaya persuasif dan edukatif agar pencegahan penyebaran virus Corona lebih dipahami masyarakat.

"Diharapkan semua pihak memahami kondisi saat ini. Karena virus Corona jenis baru yang mudah menyebar tanpa kita sadari," pungkas Yuliati.

Salah satu warga Jember yang ditemui patroli polisi di Alun-Alun, Arif Hidayat, mengaku memilih tetap beraktivitas di luar bersama keluarganya. Alasannya, karena ia yakin cukup aman sebab merasa sudah menerapkan pola hidup sehat.

"Saya dan keluarga juga sudah sering cuci tangan kok," ujar Arif enteng.

Karena merasa hidup sehat dan bersih, Arif merasa tidak terlalu takut akan potensi tertular virus Corona. "Ya yang penting kan kita sudah sadar diri untuk hidup bersih dan sehat," pungkas Arif.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP