Imbas Corona, 269 Atlet Pelatnas ASEAN Para Games 2020 Dipulangkan
Merdeka.com - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia memulangkan 269 atlet Pelatnas ASEAN Para Games (APG) 2020. Pemulangan atlet Pelatnas APG tersebut menyusul perintah dari Kemenpora terkait penyebaran virus Corona Covid-19.
Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun mengaku sangat bersedih dengan kabar tersebut. Menurutnya, pemulangan akan dilakukan akhir bulan ini. Sementara untuk 35 atlet paralympic yang akan bertanding di event Paralympic Tokyo 2020 masih akan bertahan di Pelatnas NPC di Solo.
"Sedih banget dan sedih banget lihat atlet harus dipulangkan ke daerah masing-masing. Padahal kita sudah siap dengan hal yang fundamental untuk negara. Tapi kita ikuti saja regulasinya, dengan sangat menyesal kita sebenarnya pengin menangis memulangkan atlet yang satu tahun kita bina," ujar Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun di kantornya, Rabu (18/3).
Sedangkan untuk atlet Paralympic, pihaknya meminta kepada Kemenpora agar atlet Paralympic untuk tetap berada di Pelatnas NPC dengan pengawasan ketat. Para atlet Paralympic, dikatakan Senny, lebih sensitif dan tidak perlu banyak diawasi karena hanya berjumlah 35 orang.
Menurut dia, semakin sedikit atlet semakin mudah pengawasannya. Karena tujuannya adalah mengukir prestasi fundamental di Paralympic 2020.
Senny menambahkan, sebenarnya para atlet APG yang hampir satu tahun berada di Pelatnas tersebut sudah siap berangkat dan bertanding di Filipina. Bahkan dirinya juga yakin mereka akan menjadi juara umum.
"Limit kita semakin bagus. Tapi karena memang ada satu hal sensitif yang harus kita hadapi yakni masalah Corona maka terpaksa kita dengan berat hati, untuk menjadi pahlawan kita tunda," keluhnya.
Senny mengaku, setelah teleconference dengan negara peserta APG ternyata dari 10 negara, 8 diantaranya setuju APG ditunda sampai tanggal 3 - 9 Oktober mendatang. Jadwal tersebut juga masih tentatif.
Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto, menambahkan meskipun atlet APG dipulangkan tapi mereka diharapkan masih tetap beraktivitas seperti biasa. Seperti halnya saat mengikuti Pelatda dan latihan sendiri di rumah. Sehingga saat dipanggil kembali ke Pelatnas kondisi mereka masih bagus.
"Jadi nanti kalau tidak ada halangan dan Corona berakhir, rencananya kita akan memanggil kembali awal Agustus dan tanggal 29 September berangkat ke Filipina dan kembali tanggal 9 Oktober, tapi ini rencana manusia," terangnya.
Sedangkan untuk atlet Paralympic, lanjut dia, masih akan ada di Pelatnas hingga ada pengumuman berikutnya. Selama tidak ada pengumuman Paralympic Tokyo ditunda, mereka masih akan ada di Solo.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya