Hindari Kekacauan, PPDB Online di Solo Tak Gunakan Sistem Adu Cepat

Senin, 17 Juni 2019 22:26 Reporter : Arie Sunaryo
Hindari Kekacauan, PPDB Online di Solo Tak Gunakan Sistem Adu Cepat Ilustrasi belajar. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/donatas1205

Merdeka.com - Kekacauan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sempat terjadi di Kabupaten Karanganyar beberapa hari lalu. Aturan adu cepat yang diterapkan membuat masyarakat resah hingga warga harus antre dan bermalam di sekolah. Pemerintah Kota Solo pun telah mengantisipasi agar peristiwa serupa tak terjadi di Kota Bengawan.

"PPDB online SD dan SMP di Solo tidak menggunakan sistem adu cepat. Nilai pun tidak lagi menjadi patokan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Etty Retnowati, Senin (17/6).

Etty mengatakan, sistem zonasi merupakan satu-satunya patokan untuk menentukan lolos tidaknya peserta PPDB jalur reguler. Namun jika pendaftar melebihi kuota, maka akan dipilih peserta yang berdomisili terdekat dari sekolah. Pihaknya akan menghitung jarak dari RT-nya ke sekolah.

"Jadi sudah kita hitung dan masuk ke sistem, peringkatnya berdasarkan jarak rumah," jelasnya.

Terkait adanya kecurangan penggantian alamat domisili dalam kartu keluarga (KK), Etty mengaku sudah melakukan antisipasi. Batas penerbitan KK yang digunakan untuk syarat PPDB ialah setahun terakhir.
Sehingga peserta tidak bisa pindah domisili agar diterima di sekolah yang dia inginkan.

"KK harus diterbitkan setahun terakhir," jelasnya lagi.

Lebih lanjut Etty mengemukakan, untuk jalur keluarga miskin (gakin) yang pernah menjadi kontroversi di beberapa daerah, akan dibuat jalur tersendiri. Ia menjamin jalur ini tidak akan mengganggu jalur reguler.

"Untuk kuota jalur gakin ada 30 persen, reguler 60 persen, 5 persen untuk jalur prestasi dan 5 persen untuk siswa yang ikut pindah tugas orang tua. Kalau nanti ada sisa kuota di jalur gakin akan dipakai untuk reguler," terangnya.

Etty menyampaikan, seperti tahun sebelumnya, tahun ini pihaknya tidak akan menggunakan syarat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Surat Keputusan (SK) Gakin dari Wali Kota Solo menjadi dasar penentuan sebagai keluarga Miskin. Menurutnya, gakin cukup dibuktikan apakah peserta masuk dalam SK Gakin atau tidak.

"PPDB online SD dan SMP di Solo akan digelar 1-3 Juli nanti. Untuk jalur gakin lebih dahulu kita buka pada 19-20 Juni secara online," pungkas Etty. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini