Heboh Dosen UIN Suska Riau Singgung SARA pada Mahasiswa

Sabtu, 23 November 2019 22:56 Reporter : Abdullah Sani
Heboh Dosen UIN Suska Riau Singgung SARA pada Mahasiswa parade bhineka tunggal ika. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Beredar rekaman suara diduga dosen sekaligus wakil dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ucapan tersebut keluar mulut salah satu dosen laki-laki saat berdialog dengan salah satu mahasiswa.

Dalam rekaman itu, sang dosen juga membahas soal pemakaian cadar para mahasiswi hingga merembet ke unsur SARA, dan dugaan menghina dunia jurnalistik. Ketika itu, dosen dan mahasiswa yang mewakili teman-temannya sedang berdialog.

1 dari 4 halaman

Berawal dari Cadar

Mahasiswa laki-laki protes karena adanya dugaan pemakaian cadar yang diduga dilarang digunakan saat ujian di kampus itu.

Berikut dialog antara mahasiswa dengan dosen daklam rekaman itu. "Kalau mau ujian buka (cadar)," ujar dosen.

"Tapi kan itu pemaksaan namanya, Pak," jawab mahasiswa pria itu.

2 dari 4 halaman

Dialog Direkam

Dialog berlanjut, dosen tersebut menyebut dalam mendidik harus ada unsur paksaan.

"Mendidik itu harus memaksa," kata dosen.

Namun tiba-tiba si dosen menyinggung salah satu suku. Ternyata dialog itu direkam. Akhirnya rekaman tersebut viral di sejumah group WhatsApp wartawan dan bikin heboh.

3 dari 4 halaman

Gubernur dan Kapolda Sudah Dengar

Menyikapi hal itu, Rektor UIN Suska, Prof Dr Akhmad Mujahiddin menyesalkan ucapan anak buahnya. Dia juga diminta Gubernur Riau Syamsuar agar menyelesaikan persoalan itu supaya tidak membuat gaduh.

"Iya, saya juga mendapat rekaman itu. tadi Pak Gubernur, Pak Kapolda, juga klarifikasi tentang itu," ujar Akhmad Sabtu (23/11).

4 dari 4 halaman

Dosen Dituntut Minta Maaf

Dia meminta agar si dosen yang ada dalam rekaman itu meminta maaf ke masyarakat. Dia ingin permasalahan itu tidak diperlebar apalagi menyinggung soal SARA.

Dikatakannya, Gubernur Riau meminta agar Akhmad segera meredam isu berbau SARA yang di kampus itu. Apalagi beradar informasi mahasiswa akan melaporkan hal itu ke polisi.

Akhmad berencana memanggil dosen dan mahasiswa dalam rekaman itu, untuk mengetahui permasalahan apa yang sebenarnya terjadi.

[rnd]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini