Hasil Penelitian: Virus Penyebab Cacar Monyet Bermutasi dan Mudah Menyebar

Senin, 27 Juni 2022 11:45 Reporter : Supriatin
Hasil Penelitian: Virus Penyebab Cacar Monyet Bermutasi dan Mudah Menyebar Sampel hasi tes cacar monyet. ©Dado Ruvic/Reuters

Merdeka.com - Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama menyampaikan virus penyebab cacar monyet telah bermutasi dan mudah menular. Pernyataan ini merujuk pada laporan Center for Infectious Diseases and Research Policy (CIDRAP).

Laporan itu dikeluarkan pada 24 Juni 2022 dengan judul 'Virus Causing Monkeypox Outbreak Has Mutated to Spread Easier'.

"Disebutkan bahwa berdasar artikel ilmiah di jurnal Nature Medicine 24 Juni, di mana virus penyebab monkeypox sekarang di negara nonendemik ternyata berbeda dari yang asalnya di beberapa negara Afrika," kata Tjandra kepada merdeka.com, Senin (27/6).

"Sekarang ini sudah bermutasi dan juga lebih mudah menular," sambungnya.

Temuan mutasi virus penyebab cacar monyet ini berdasarkan data sekuensing 3.000 kasus di Eropa dan Amerika. Peneliti menemukan perbedaan di 50 tempat single nucleotide polymorphisms (SNPs) dan beberapa mutasi.

Peneliti juga menyebut peran superspreader sebagai salah satu penyebab penularan cacar monyet di masyarakat.

Tjandra menyebut, telah dilakukan pemodelan penyebaran kasus cacar monyet bila negara tidak melakukan penanganan kesehatan masyarakat dengan tepat. Hasil modeling memperlihatkan diperkirakan jika ada 3 kasus saja, maka akan terjadi penularan ke 18 kasus.

2 dari 2 halaman

Kemudian bila ada 30 kasus, maka akan bertransmisi menjadi 118 kasus. Modeling ini disampaikan dalam artikel di Lancet Microbe pada 24 Juni lalu.

"Kalau dilakukan dengan baik proses identifikasi, penelusuran kontak, isolasi surveilans dan vaksinasi sekitar (ring vaccination) maka jumlah kasus sekunder akan turun sampai 81 persen," jelas mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini.

Sementara itu, dokter senior yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengatakan World Health Network (WHN) mendeklarasikan cacar monyet sebagai pandemi. Namun, World Health Organization (WHO) menyatatakan cacar ini belum menjadi darurat kesehatan global.

"Yang jelas, ada tiga ribu lebih kasus cacar monyet terkonfirmasi di 58 negara hingga kini. Tetap waspada," ujarnya.

[ded]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini